Ahli Ungkap Peran Mitokondria dalam Penuaan dan Pentingnya Olahraga bagi Kesehatan Sel

pantau.com
16 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Mitokondria merupakan pembangkit energi sel yang mengubah nutrisi dari makanan menjadi adenosin trifosfat atau ATP sebagai bentuk utama energi seluler dan berperan penting dalam proses penuaan serta kesehatan tubuh.

Mitokondria terdapat di hampir semua sel eukariotik dan mendukung fungsi kekebalan tubuh, menghasilkan peptida untuk menyampaikan pesan antar organ, serta berperan dalam pemeliharaan seluler secara umum.

Dekan Sekolah Gerontologi Leonard Davis Universitas Southern California Dr. Pinchas Cohen menyatakan, "Mitokondria lebih cepat rusak dibandingkan bagian sel lainnya karena keausan yang dialaminya,".

Ia menjelaskan penurunan kesehatan mitokondria dapat memicu sejumlah gejala dan penyakit penuaan termasuk Alzheimer dan kanker.

Namun Profesor biologi sistem di Harvard Medical School Dr. Vamsi Mootha berpendapat disfungsi mitokondria mungkin merupakan konsekuensi dari penuaan dan penyakit, bukan penyebab utamanya.

Para ahli sepakat gaya hidup memengaruhi kesehatan mitokondria meski perannya sebagai pendorong utama penuaan masih menjadi perdebatan.

Olahraga secara konsisten terbukti meningkatkan fungsi mitokondria, termasuk melalui studi yang menunjukkan lebih banyak mitokondria sehat pada biopsi otot paha setelah program pelatihan delapan minggu.

Latihan daya tahan dan latihan kekuatan sama-sama efektif meningkatkan fungsi mitokondria, sementara kombinasi keduanya memberikan manfaat terbesar.

Profesor biologi kimia dan sistem di Universitas Stanford Daria Mochly-Rosen menyatakan, "Jadi dengan berolahraga, Anda sebenarnya memberi tahu seluruh tubuh, oke, saatnya untuk mengisi kembali mitokondria Anda dan membuatnya lebih prima dengan membuat bagian-bagian baru untuknya,".

Para ahli merekomendasikan konsumsi campuran karbohidrat kaya serat dan lemak dari sumber berkualitas tinggi seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, alpukat, dan ikan untuk mendukung metabolisme glukosa dan asam lemak oleh mitokondria.

Dr. Mochly-Rosen menekankan pentingnya mikronutrien khususnya vitamin B dan antioksidan bagi kesehatan mitokondria serta menyarankan pola makan seimbang dibanding hanya mengandalkan suplemen.

Tidur ideal selama tujuh hingga delapan jam per malam dinilai penting karena saat tidur mitokondria membuang bagian yang rusak selama aktivitas siang hari.

Paparan dingin dan panas seperti rendaman es, sauna, serta terapi cahaya merah dipromosikan bermanfaat, namun penelitian pada manusia masih terbatas karena sebagian besar studi dilakukan pada hewan dan sel di laboratorium.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tolak Lanjutkan Negosiasi usai Agresi AS-Israel
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Ekspor Indonesia Tembus US$22,16 Miliar di Januari 2026
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Masih Ingat Pungky Afriecia? Eks Bidadari Jakarta Electric PLN yang Memutuskan Pensiun di Puncak Popularitas, Begini Kabarnya
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Panglima TNI, Menteri hingga Gubernur Jakarta Melayat ke Rumah Duka Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Ibas Kenang Try Sutrisno: Pejuang Konstitusi dan Patriot Bangsa
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.