Ekspor Indonesia Tembus US$22,16 Miliar di Januari 2026

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$22,16 miliar pada Januari 2026. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$21,43 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa ekspor Januari 2026 didominasi oleh komoditas nonmigas senilai US$21,60 miliar, sementara ekspor migas tercatat sebesar US$0,89 miliar.

“Migas ini turun 15,62 persen, sementara nilai ekspor nonmigas tercatat naik 4,38 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ateng menuturkan, peningkatan ekspor secara tahunan terutama didorong oleh kinerja ekspor nonmigas. Kenaikan tersebut ditopang oleh komoditas minyak hewan dan nabati atau HS15 yang melonjak 46,05 persen.

“Lemak dan minyak hewan nabati ini juga memberikan andil terhadap peningkatan total ekspor sebesar 4,61 persen,” ungkapnya.

Selain itu, ekspor nonmigas yang juga mengalami kenaikan signifikan berasal dari komoditas nikel dan barang daripadanya atau HS75, yang tumbuh 42,04 persen dengan andil 1,43 persen.

“Ekspor mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya atau HS85 juga naik 16,27 persen dengan andil 1 persen terhadap peningkatan nilai total ekspor,” kata Ateng.

Baca Juga: BPS Bidik Pendapatan Youtuber Hingga Ekonomi Bawah Tanah di Sensus Ekonomi 2026

Baca Juga: Angka Kemiskinan Turun, Celios Pertanyakan Metode BPS

Baca Juga: BPS Laporkan Ekonomi RI Kuartal IV 2025 Tumbuh 5,39%, Tertinggi Sejak Pandemi

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas pada Januari 2026 didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi US$0,44 miliar. Sektor pertambangan dan lainnya menyumbang US$2,23 miliar, sementara sektor industri pengolahan mendominasi dengan nilai US$18,52 miliar.

“Peningkatan nilai ekspor nonmigas utamanya terjadi pada sektor industri pengolahan yang naik secara year on year 8,19 persen dengan andil 6,54 persen,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misteri Pewaris Tahta Korea Utara, Menanti Pengumuman Resmi Kim Ju Ae
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jusuf Kalla Sebut Konflik Timur Tengah Berpotensi Ganggu Impor Minyak R
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
Kapolri: 161 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan, Pastikan Arus Mudik dan Balik Lebaran Aman
• 7 jam laludetik.com
thumb
Serangan Roket Iran Hantam Situs Suci di Yerusalem
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Militer AS Gunakan AI Claude Serang Iran, Padahal Trump Sudah Putus Hubungan dengan Pemiliknya
• 4 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.