Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.779 per Jumat, 27 Februari 2026. Posisi rupiah itu melemah 21 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.758 pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 2 Maret 2026 hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.831 per dolar AS. Posisi itu melemah 44 poin atau 0,26 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.787 per dolar AS.
- [AP Photo]
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah entitas zionis Israel menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Iran membalas serangan itu dengan menembakkan rudalnya ke Tel Aviv dan basis militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab.
"Ketegangan di Timur Tengah akan berdampak pada harga komoditas dan nilai tukar rupiah. Dampaknya akan luar biasa, kemungkinan harga emas dunia naik, logam mulia naik, dan rupiah akan melemah," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin, 2 Maret 2026.
Selain itu, harga emas dunia kemungkinan akan naik dan akan berdampak pada harga turunannya. Jika perang berlanjut, bukan tidak mungkin memantik negara-negara proxi masing-masing.
“Negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia akan mendukung Iran. Sedangkan entitas zionis Israel akan bersekutu dengan Amerika Serikat,” ujarnya.
Ibrahim memperkirakan, harga emas kemungkinan melonjak ke rentang 5.365 dolar hingga US$5.500 per troy ons. Sementara harga emas dunia hari ini terpantau di posisi US$5.280 per troy ons.
Apabila harga emas dunia mengalami kenaikan, maka harga logam mulia di dalam negeri juga akan naik. Kenaikannya diperkirakan pada rentang Rp 3.150.000 hingga Rp 3.400.000 per gram.
"Nilai tukar rupiah bukan tidak mungkin menembus Rp 17.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari Jumat kemarin, rupiah ditutup turun ke level Rp 16.787 per dolar AS," ujar Ibrahim.
Dia menambahkan, ini yang harus diantisipasi Bank Indonesia (BI) untuk melakukan intervensi di pasar uang dan melakukan pengawasan moneter.





