Israel memerintahkan evakusi warga di 52 permukiman di wilayah selatan Lebanon dan mengakui rencananya untuk menyerang Hizbullah.
Militer Israel (IDF) mengumumkan telah melancarkan serangan ke sejumlah target usai Hizbullah menyerang Israel pada Senin (2/3).
"Pasukan Pertahanan Israel tidak berniat menyakiti Anda," kata Letnan Kolonel Ella Waweya melalui X, dilansir CNN.
"Demi keselamatan Anda, Anda harus segera meninggalkan rumah dan menjauh dari desa-desa setidaknya sejauh 1.000 meter menuju area terbuka. Siapa pun yang berada di dekat pejuang Hizbullah, fasilitas, atau perlengkapan tempur berarti mempertaruhkan nyawanya," lanjutnya.
Sementara itu, media pemerintah Lebanon mengatakan, sejauh ini sudah ada empat desa yang telah menjadi sasaran serangan Israel.
Evakuasi massal yang disebabkan serangan militer dari Israel memang kerap terjadi di Lebanon. Akibatnya, ribuan orang pun terpaksa mengungsi.
Sebelumnya, Israel mendapat serangan bertubi-tubi. Tidak hanya dari Iran, tetapi juga dari kelompok Hizbullah Lebanon.
Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Israel.
Kelompok asal Lebanon tersebut menyatakan telah menargetkan sebuah pangkalan Israel di Haifa sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
“Demi membela Lebanon dan rakyatnya serta sebagai respons atas agresi Israel yang berulang,” demikian keterangannya, dilansir Al Jazeera, Senin (2/3).





