Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim telah menghancurkan 9 kapal milik Iran sepanjang penyerangan yang berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Operasi militer bernama Epic Fury ini disebut menargetkan fasilitas penjaga revolusi dan sistem pertahanan Iran. Trump mengatakan penenggalaman kapal tersebut berlangsung beberapa menit.
"Baru-baru ini, kami telah mengumumkan bahwa kami telah menembak sembilan kapal, termasuk bangunan laut. Semuanya berlaku dalam beberapa menit," katanya dilansir dari akun YouTube WhiteHouse, Senin (2/3/2026).
Trump menyampaikan kematian Ayatollah Ali Khamenei sebagai bentuk pertanggungjawaban kematian ratusan bahkan ribuan Amerika Serikat yang tak bersalah.
Dia menyoroti sejumlah warga Iran yang bersorak dan merayakan kematian Pimpinan Iran itu. Menurutnya banyak warga di Iran ingin menyerah untuk menyelamatkan nyawa.
Di samping itu, dia mengumumkan operasi militer yang berlangsung sekitar 36 jam merenggut 3 pasukan militer AS.
"Kita memiliki objektif yang sangat kuat. Mereka mungkin telah melakukan sesuatu dua minggu lalu, tapi mereka tidak bisa mencapainya. Sebelum ini, CENTCOM telah berkongsi berita bahwa tiga anggota service militer telah dibunuh dalam tindakan," ujarnya.
Dia menyebut kematian tiga prajurit sebagai bentuk pengorbanan sehingga berjasa bagi negara Paman Sam itu. Baginya rezim Iran, memiliki ancaman serius bagi kedaulatan negara karena memiliki senjata nuklir.
"Kami ingin memiliki militer itu untuk tujuan yang baik. Kami melakukan operasi besar ini bukan hanya untuk memastikan keamanan untuk waktu dan tempat tetapi juga bagi anak-anak kami dan anak-anak mereka seperti yang telah orang tua kami bertahun-tahun yang lalu. Ini adalah tugas dan tanggung jawab orang yang bebas," ucapnya.





