Masoud Pezeshkian Presiden Iran menyampaikan pidato resmi pertamanya sejak wafatnya Ayatollah Ali Khamenei sang Pemimpin Tertinggi, melalui siaran televisi pemerintah pada Minggu (1/3/2026).
Dalam pesan video itu, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa dewan kepemimpinan sementara telah mulai menjalankan tugas untuk memastikan stabilitas negara.
Ia membuka pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa nasional atas meninggalnya Khamenei.
“Kesedihan atas wafatnya pemimpin tertinggi akan tetap terpatri dalam benak masyarakat untuk waktu yang lama,” ujar Pezeshkian dilansir dari BBC dan Times of Israel.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pezeshkian menjadi bagian dari komite sementara beranggotakan tiga orang. Selain presiden, komite tersebut terdiri dari Mohseni Ejehei Kepala Kehakiman dan Ali Reza Arafi ulama senior.
Struktur kolektif ini dibentuk untuk mencegah kekosongan kepemimpinan hingga badan ulama Iran menetapkan pemimpin tertinggi yang baru.
“Dewan kepemimpinan sementara telah memulai pekerjaannya… kami akan terus dengan segenap kekuatan kami di sepanjang jalan yang telah ditetapkan oleh Ruhollah Khomeini,” kata Pezeshkian.
Dalam pidato tersebut, Pezeshkian juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran akan “mengecewakan” musuh dan saat ini sedang “menghancurkan pangkalan-pangkalan musuh”. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Sekitar 30 menit sebelum pidato disiarkan, Pezeshkian mengunggah pernyataan di platform X. Ia menegaskan bahwa serangan terbaru “tidak akan mengganggu tekad pemerintah Republik Islam untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya”.
Sementara itu, dalam wawancara engan Al Jazeera, Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pemimpin tertinggi yang baru kemungkinan akan dipilih dalam “satu atau dua hari”.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan sementara yang telah diumumkan akan bertindak sebagai penanggung jawab hingga proses pemilihan selesai.
Araghchi juga menegaskan posisi Teheran terkait eskalasi militer. “Serangan Iran adalah tindakan membela diri dan pembalasan atas agresi Amerika terhadap kami,” ujarnya. (saf/faz)




