Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis rekaman ratusan rudal ke arah target Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Minggu, 1 Maret 2026, malam. Serangan besar-besaran ini merupakan bentuk balas dendam atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi militer gabungan AS dan Israel di Teheran.
Garda Revolusi Iran mulai menunjukkan kekuatannya dengan mempublikasikan rekaman peluncuran rudal balistik ke arah posisi musuh.
Baca juga: Iran Kibarkan Bendera Merah, Simbol Balas Dendam atas Kematian Khamenei
Dalam pernyataan resminya, IRGC bersumpah akan memulai babak baru dalam sejarah dunia Islam, dan memastikan pembunuhan Khamenei tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.
Operasi ini terjadi di tengah janji Presiden AS Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, untuk melumpuhkan total kemampuan persenjataan Iran. Eskalasi ini menandai konflik paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir di Timur Tengah.




