TEHERAN, KOMPAS.TV - Jumlah korban jiwa akibat serangan Israel yang menargetkan sebuah sekolah dasar (SD) khusus perempuan di Iran pada Sabtu (28/2/2026) dilaporkan tembus hingga 180 orang.
Informasi itu disampaikan Kepala Humas Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour, seperti dilansir Al Jazeera, Senin (2/3/2026).
Kermanpour mengatakan serangan Israel ke SD Shajareh Tayyebeh yang terletak di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, menewaskan "sekitar 180 anak-anak yang masih kecil".
Serangan Israel ke sekolah tersebut merupakan bagian dari serangan militer gabungan AS-Israel ke Iran yang telah memicu kekerasan di seluruh kawasan.
Baca Juga: PM Malaysia Kecam Pembunuhan Khamenei, Serukan Semua Pihak Hentikan Eskalasi
Setelah terjadinya serangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungggah sebuah foto serangan tersebut yang disebutnya menghancurkan sekolah dan membunuh anak-anak yang tidak bersalah.
"Kejahatan-kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan tanpa balasan," tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X.
Badan PBB yang mengurus masalah pendidikan, UNESCO, Minggu, mengecam serangan gabungan AS-Israel tersebut.
"Pembunuhan pelajar di tempat yang didedikasikan untuk pembelajaran merupakan pelanggaran berat terhadap perlindungan yang diberikan kepada sekolah di bawah hukum humaniter internasional," kata UNESCO di X.
Sementara militer Israel mengaku tidak tahu mengenai serangan tersebut. Sedangkan militer AS mengatakan akan menyelidikinya.
Penulis : Edy A. Putra Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV, Al Jazeera
- israel serang iran
- as serang Iran
- Iran
- israel serang sekolah iran
- serangan israel
- serangan iran





