Pemerintah Israel mengumumkan telah menyetujui terlebih dahulu tambahan anggaran pertahanan tahun ini sebesar 9 miliar shekel (USD 2,9 miliar) untuk mendanai perang dengan Iran.
Mengutip Bloomberg, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan dirinya telah memberikan persetujuan selama beberapa minggu terakhir seiring dengan berlangsungnya persiapan rahasia untuk operasi militer gabungan AS-Israel yang dimulai pada hari Sabtu kemarin.
“Target defisit untuk anggaran 2026, yang masih menunggu persetujuan akhir di parlemen, akan lebih tinggi dari yang direncanakan semula yaitu 3,9 persen dari produk domestik bruto,” kata Smotrich dalam sebuah pengarahan video kepada wartawan pada hari Minggu.
Sudah ada 1.000 Klaim Kerusakan Properti
Perwakilan dari Otoritas Pajak Israel, yang menangani kompensasi atas kerusakan langsung pada properti, mengatakan bahwa dalam 24 jam pertama perang, 1.000 klaim telah diajukan. Selain itu, sebanyak 345 orang telah dievakuasi dari rumah mereka karena serangan rudal balasan dari Iran.
Ganti rugi langsung dibayarkan dari dana yang diambil dari pajak properti. Kata Smotrich, saat ini dana tersebut memiliki surplus sekitar 10 miliar shekel.
Para pejabat pemerintah juga mengatakan Israel sedang bersiap untuk menerima pengiriman barang melalui perbatasan daratnya karena Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv ditutup dan kapal-kapal internasional enggan berlabuh di pelabuhan Israel.




