Jembatan di Cipayung Kembali Amblas Kurang dari Sepekan Setelah Diperbaiki, Warga Keluhkan Akses Terganggu

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Jembatan di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kembali amblas meski sebelumnya telah diperbaiki oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.

Amblasnya jembatan menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan mengganggu akses utama penghubung wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jakarta.

Salah satu pengendara motor, Mujiyo (56), mengatakan, "Sabtu (28/2) sore sampai malam saya masih bisa lewat. Minggu (1/3) kemarin sudah total begini kondisinya, mobil sudah tidak bisa lewat, motor juga harus lewat pinggir bergantian,".

Ia menjelaskan, "Setahu saya, ini pertama kali rusak separah ini. Memang sebelumnya pernah agak turun sedikit di bagian aspal, lalu ditambal, diperbaiki. Tapi, sekarang amblasnya lebih dalam dan mengganggu sekali,".

Kendaraan yang masih dapat melintas harus bergantian, sedangkan mobil memilih jalur alternatif melalui Jalan Kapuk-Sumir atau Jalan Tol PLN.

Pengalihan arus tersebut menambah waktu tempuh dan berpotensi menimbulkan kemacetan.

Mujiyo mengatakan, "Kalau muter lewat Sumir itu makan waktu lagi lima menit kalau tidak macet. Kalau macet bisa delapan menit lebih. Sangat merugikan pengguna jalan,".

Selama 36 tahun melintasi jalur tersebut, Mujiyo mengaku baru kali ini melihat jembatan amblas cukup dalam hingga mengganggu akses utama.

Sebagai pengemudi ojek online, ia terdampak secara ekonomi akibat waktu tempuh yang lebih lama.

Ia menambahkan, "Apalagi kita orang jalanan, ojek online, kan mondar-mandir. Kalau mobil tidak bisa lewat, pasti tambah macet di jalan alternatif,".

Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga dari Jatimurni dan Jatiwarna menuju Jakarta.

Warga berharap pemerintah melakukan perbaikan permanen agar kerusakan tidak terus berulang.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, mengatakan, "Untuk penanganan sementara, bagian jalan amblas kita tambal dengan coldmix dan hotmix,".

Penanganan dilakukan setelah jalan mengalami penurunan cukup dalam dan dikhawatirkan membahayakan pengendara.

Penambalan tersebut bersifat sementara untuk mengembalikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Kedalaman jalan yang amblas mencapai sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

Jika tidak segera ditangani secara permanen, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara, terutama kendaraan roda dua.

Sebelum dilapisi aspal coldmix dan hotmix, bagian yang amblas diisi terlebih dahulu menggunakan batu makadam agar lebih padat dan rata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pantesan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kritis dan Kuliah Filsafat, Gaya Filsafat Nietzsche Buku Favorit di SMP
• 23 jam laludisway.id
thumb
Harga Emas Hari Ini 2 Maret 2026: Rekor Dunia US$ 5.361, Antam Meroket ke Rp 3,1 Juta
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Surabaya Hari Ini 1 Maret 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran Hanguskan 28 Rumah di Polewali Mandar saat Tarawih, 1 Orang Tewas
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
GTS Internasional rombak manajemen untuk perkuat sinergi holding
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.