Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$22,16 miliar. Pada periode tersebut, ekspor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 4,38% YoY menjadi US$21,26 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan terdapat tiga negara yang menjadi tujuan ekspor utama RI, yaitu China, Amerika Serikat (AS), dan India.
"Tiongkok, AS, India dengan share mencapai 43,77% dari total ekspor nonmigas RI pada Januari 2026," ujarnya pada konferensi pers, Senin (2/3/2026).
Secara rinci, ekspor nonmigas RI ke China senilai US$5,27 miliar, terutama berupa besi dan baja (HS 72) dengan share 25,08%, tetapi mengalami penurunan sebesar 10,08% YoY.
Kemudian, ekspor nonmigas ke AS senilai US$2,51 miliar dengan komoditas Utama berupa mesin dan perlengkapan elektronik (HS 85) dengan share 18,51% dan tumbuh 33,04% secara YoY.
Untuk ekspor nonmigas ke India tercatat senilai US$1,52 miliar, didominasi bahan bakar mineral (HS 27) dengan share 29,07% dan penurunan sebesar 7,84% YoY.
Baca Juga
- Perang AS-Iran Berkecamuk, Impor BBM ke RI Berpotensi Terganggu, Ini Datanya
- Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$0,95 Miliar Januari 2026, 69 Bulan Beruntun
- Konsensus Ekonom Ramal Surplus Dagang RI Naik ke US$2,8 Miliar pada Januari 2026
Selain ketiga negara tersebut, ekspor nonmigas RI dikirim ke negara Asean dengan share sebesar 19,72%, Uni Eropa sebesar 6,75%, dan lainnya sebesar 29,76%.





