REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramalan budayawan Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun tentang serangan Israel-AS ke Iran ramai beredar di media sosial.
Pada 22 Februari 2012 di sebuah acara Tabligh Nusantara Cak Nun memprediksi bahwa suatu saat nanti AS-Israel akan menyerang Iran.
Baca Juga
Perang Iran-Israel Tekan Kurs Rupiah, Bisa Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS?
MUI Keluarkan 9 Sikap atas Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Cabut dari BoP
7 Komandan Tinggi Iran Gugur, Menlu: Kemampuan Militer Kami tidak Ada yang Berubah
Dalam ramalan itu, ia menyebut bahwa Saudi akan membela Israel-AS. Ia lantas mempertanyakan posisi Indonesia apakah akan membela Iran atau berada di posisi AS?
"Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika, dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israe. Pertanyaanya untuk Indonesia, Indonesia membela mana?Bela Iran atau Israel?" tanya Cak Nun.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Nah kene mesti kelingan dewe no pak, separoh bela Iran, separoh bela Israel, utowo ra belo siopo-siopo? mboh aku ra mudeng."
Video ini ramai mendapat komentar dari netizen dengan beragam pandangan. Ada yang menyebut itu hanya 'cocokologi' karena memang prediksi itu sudah banyak yang menganalisis. Tapi ada juga yang menilai pertanyaan Cak Nun terhadap posisi Indonesia masih relevan.
"Perang benar benar sudah terjadi, AS dan Israel telah menyerang Iran. Arab Saudi dan negara negara Teluk membela AS dan Israel. Lalu Bagaimana sikap Indonesia? Pertanyaan lama Cak Nun ini relevan, dan menurut Anda apa sudah terjawab?" tulis akun Henri Subiakto.
Menengok pernyataan dari Cak Nun, fakta bahwa AS-Israel menyerang Iran memang tak dapat dipungkiri. Pejabat AS telah mengonfrimasi bergabung dengan Israel untuk menyingkirkan rezim Iran, Sabtu (28/2/2026).
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)