JAKARTA, KOMPAS.com - Warga mengeluhkan proyek galian di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, karena kerap memicu kemacetan dan membuat permukaan jalan bergelombang.
Galian tersebut sebelumnya ditargetkan selesai pada awal Maret atau 1 Maret 2026. Namun, hingga kini aktivitas pekerjaan masih berlangsung.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Rabu (2/3/2026), sejumlah titik galian masih terlihat dengan jarak yang tidak berdekatan.
Baca juga: PAM Jaya Targetkan Proyek Galian di Condet Rampung Awal Maret 2026
Pekerjaan memakan satu lajur jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan.
Tampak satu unit alat berat jenis ekskavator beroperasi di lokasi proyek. Beberapa truk juga terparkir di sekitar area galian.
Sebagian titik galian yang telah ditutup diberi penanda agar pengendara memperlambat laju kendaraan.
Petugas pun terlihat mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dapat melaju secara bergantian dan mencegah kepadatan di Jalan Raya Condet.
Meski saat pantauan tidak terlihat kemacetan signifikan, pengendara tetap harus mengantre untuk melintasi kawasan tersebut.
Salah seorang tukang parkir di sekitar Condet, Agus (42), mengatakan pekerjaan galian telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir.
Ia menyebut kemacetan kerap terjadi pada pagi hari maupun menjelang waktu berbuka puasa.
“Biasanya pagi macet, tapi tadi pagi tidak terlalu. Sore juga sering macet, apalagi saat orang-orang mencari takjil,” ujar Agus saat ditemui, Rabu.
Baca juga: Galian Proyek Berjejer di Jalan Raya Condet, Picu Macet dan Debu
Agus berharap proyek tersebut segera rampung dan kondisi jalan kembali seperti semula tanpa bergelombang.
“Kalau bisa, penutupannya rapi, jangan seperti sebelumnya jadi bergelombang,” kata dia.
Hal senada disampaikan Ahmad (37), warga sekitar, yang berharap pekerjaan segera diselesaikan agar arus lalu lintas kembali normal.