jabar.jpnn.com, BOGOR - Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta.
Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga melalui pesan yang beredar kepada sejumlah kalangan.
BACA JUGA: Perbandingan Kekayaan Rudy Susmanto Sebelum dan Sesudah Menjabat Bupati Bogor
Informasi itu juga disampaikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan kemudian dibenarkan oleh beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara serta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Dalam pesan yang beredar atas nama keluarga, disebutkan bahwa jenazah almarhum akan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
BACA JUGA: Setelah 20 Tahun, Insentif Guru Honorer Akhirnya Naik Jadi Rp400 Ribu
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak/Ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian petikan pesan dari pihak keluarga.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Try Sutrisno. Ia turut membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta.
BACA JUGA: Setahun Menjabat Bupati Bogor, Harta Kekayaan Rudy Susmanto Naik Rp3,2 Miliar
“Benar. Kita berdukacita sangat mendalam,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menambahkan, pemerintah telah menginstruksikan RSPAD Jakarta, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, serta Kementerian Sekretariat Negara untuk memberikan perhatian terbaik kepada almarhum, termasuk dalam proses pemulasaraan jenazah dan persiapan pemakaman yang akan dilaksanakan dengan upacara militer.
“Saya sudah meminta RSPAD, Garnisun, dan Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum disampaikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai waktu dan lokasi pemakaman almarhum.
Sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno pernah mendampingi Presiden pada periode 1993–1998. Kepergiannya menjadi kabar duka bagi bangsa Indonesia. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)



