Serangan AS–Israel Dinilai Bisa Picu Rasa Persatuan Nasional Iran

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pakar geopolitik Timur Tengah Dina Sulaeman menilai serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu kemarin merupakan upaya memaksakan pergantian rezim, tapi juga dapat berpotensi memicu efek sebaliknya berupa persatuan nasional Iran.

Dina mengatakan ancaman dari luar akan menyatukan masyarakat Iran, meski sebelumnya terdapat perbedaan pandangan internal terkait kondisi ekonomi dan politik.

“Ketika mereka dihadapkan pada pilihan akan dijajah atau didominasi oleh Amerika Serikat, atau memilih persatuan bangsa, mereka akan memilih persatuan bangsa,” kata Dina dalam wawancara dalam program Breaking News Metro TV, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia juga menolak anggapan bahwa sistem kepemimpinan Iran sepenuhnya bersifat diktatorial, dengan menyebut bahwa pemimpin tertinggi dipilih oleh Dewan Ulama yang anggotanya dipilih rakyat.

Menurutnya, proses suksesi kepemimpinan Iran kemungkinan akan berlangsung tanpa intervensi pihak luar.

“Sulit dibayangkan ada intervensi yang bisa dilakukan oleh Amerika Serikat terkait pemilihan leader atau Wali Fakih ini,” ujar Dina. Program Nuklir dan Rudal Iran Dina menilai isu nuklir hanya menjadi pintu masuk dalam konflik, sementara tuntutan Amerika Serikat jauh lebih luas.

Ia mengatakan Presiden AS Donald Trump menuntut pembongkaran fasilitas nuklir Iran, penghentian program rudal balistik, serta pemutusan dukungan terhadap kelompok sekutu Iran di kawasan.

Menurut Dina, penghentian program rudal merupakan garis merah bagi Iran. “Kalau dia tidak membuat rudal, dengan cara apa dia membela diri? Ini masalah eksistensial,” katanya. Dampak Global Konflik ini juga berdampak pada ekonomi global. Harga minyak mentah dilaporkan melonjak dari sekitar 65 dolar AS menjadi 80 dolar AS per barel, dengan potensi kenaikan lebih lanjut jika konflik berlanjut.

Selain itu, penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah menyebabkan ratusan penerbangan internasional dibatalkan atau dialihkan.

Kekhawatiran juga meningkat terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global.

Dina menyarankan Indonesia untuk tetap bersikap aktif secara diplomatik. Ia mengatakan Indonesia dapat memanfaatkan forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ASEAN, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyuarakan posisi terkait konflik tersebut.

Menurutnya, meski kemampuan Indonesia untuk menjadi mediator langsung terbatas, peran diplomatik tetap penting dalam merespons eskalasi konflik global ini. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Iran Sebut Serangan yang Tewaskan Khamenei Bagian dari Permusuhan Panjang AS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Indonesia Tunda Umrah
• 15 jam laludetik.com
thumb
IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasi Saham TLKM, AMMN, NCKL dan HRUM
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Pertamax naik jadi Rp12.300 per liter mulai 1 Maret 2026
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Ibas Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa
• 17 jam laludetik.com
thumb
Ancaman Penutupan Selat Hormuz Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Harga Minyak Global Terancam Melonjak
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.