Namun ketika melihat detail pelek motor yang digunakan oleh pembalap asal Spanyol itu, ternyata peleknya mengalami kerusakan. Komponen yang mengawal ban tersebut, diklaim menghantam kerb atau pinggiran lintasan dengan keras.
Dipaparkan oleh Bos Tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi bahwa ketika Marquez melebar di tikungan keempat di sirkuit Buriram, motor pembalap jagoannya itu menyentuh pinggiran lintasan. Hal inilah yang membuatnya langsung kehilangan tekanan angin di ban motornya.
"Memang itu menjadi salah satu kesalahan, tapi bisa dibilang juga Ia mengalami nasib kurang beruntung di momentum MotoGP Thailand. Mengingat banyak pembalap yang melebar di sana, namun hanya Marc yang mengalami kebocoran ban," ujar Tardozzi. Baca Juga:
Elektrifikasi Indonesia Tumbuh Terstruktur, Hybrid Jadi Jembatan Transisi
Hal ini juga dikomentari oleh bos produsen ban Michelin yaitu Piero Taramasso. Ia mengatakan bahwa karakter kerb atau pinggiran lintasan yang cukup agresif bisa jadi salah satu penyebabnya. Apalagi karakter ban yang mereka pasok bisa dibilang sangat lunak.
"Material ban yang Kami aplikasikan ke ban untuk MotoGP sangat lunak. Menghadapi kerb yang padat seperti ini, harus lebih hati-hati. Apalagi jika kondisi temperatur sirkuit tinggi, maka ini akan sangat menyiksa permukaan ban dan komponen di kaki-kaki," sambung Piero Taramasso.
Hal ini juga yang membuat kesempatan Ducati untuk konsisten naik di podium hilang begitu saja. Mengingat sejak 2021, mereka selalu meraih prestasi yang cukup kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





