Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati mengungkap, ibu Nizam Safei (12), Lisnawati mendapatkan sejumlah ancaman usai melaporkan ayah Nizam, Anwar Satibi, ke Polres Sukabumi atas dugaan penelantaran-pembunuhan anaknya.
Nizam merupakan bocah asal Sukabumi yang tewas usai dianiaya ibu tirinya, Teni Ridha Shi. Belakangan, mencuat dugaan bahwa ayahnya juga melakukan penganiayaan.
“Sejak Ibu Lisna melaporkan suami, mantan suaminya sebagai tersangka, Ibu Lisna menerima banyak ancaman baik berupa SMS, WA, dan sebagainya yang ujungnya itu ancaman berupa untuk tidak buka suara dan tidak ikut campur,” ucap Sri dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR, Senin (2/3).
“Ancamannya salah satunya itu untuk diam, tidak buka suara, lalu kemudian tidak ikut-ikutan gitu, seperti itu. Dan itu berlangsung setelah di atas jam sembilan,” tambahnya.
Sri pun menyebut Lisnawati mengalami sedikit depresi akibat menerima ancaman-ancaman tersebut.
“Dari sekian banyak SMS dan juga WA yang diterima sama Ibu Lisna itu, Ibu Lisna memang sedikit mengalami depresi. Sehingga pada saat di LPSK itulah kemudian kami lakukan juga asesmen untuk tingkat ancamannya,” tutur Sri.
“Nah, dari hasil wawancara tim pada saat setelah asesmen, kami mendapatkan beberapa informasi yang salah satunya adalah kami menduga dan kami mendesak juga kepolisian penyidik untuk mengecek background dan latar belakang dari ayah,” tambahnya.
Sri kemudian meminta Komisi III hingga Polres Sukabumi untuk mengecek background dari Anwar. Mereka menemukan dugaan, Anwar merupakan bagian dari gangster.
“Selain itu kami juga menginformasikan bahwa mantan suami ibu Lisna ini kebetulan adalah anggota geng yang menurut saya juga patut untuk diatensi lebih lanjut kepada bapak kepolisian ya khususnya karena ini karena ini kaitannya dengan ancaman yang seringkali diterima oleh ibu Lisna,” tandasnya.
Rapat dengan Komisi III menghadirkan kuasa hukum Lisnawati, LPSK, KPAI, dan Kapolres Sukabumi AKBP Saiman.
Dalam kasus ini, ibu tiri Nizam, Teni sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan.





