Pertamina Perkuat Mitigasi Risiko dan Pemantauan Kru Dampak Kondisi Timur Tengah

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina (Persero) menyatakan komitmennya dalam menjaga stabilitas suplai energi nasional melalui penguatan mitigasi risiko dan pemantauan mendalam, di tengah dinamika konflik antarnegara di Timur Tengah, Senin (3/2/2026).

Penguatan dan pemantauan tersebut dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional.

Muhammad Baron Vice President Corporate Communication Pertamina menerangkan, koordinasi sedang dilakukan oleh Pertamina dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta pemerintah setempat untuk melakukan pengawasan intensif kepada seluruh pekerja, operasional, dan armada yang berada di area Timur Tengah.

“Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ucap Baron seperti dilansir Antara.

Dia juga menjamin seluruh area bisnis mulai dari penyediaan minyak mentah hingga penyediaan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dalam negeri akan terus beroperasi dengan optimal dan terkendali.

Tiga unit bisnis strategis yang bersangkutan langsung dengan aktivitas di kawasan tersebut, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive terkait aktivitas pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) terkait pelaksanaan operasi hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di daerah Timur Tengah.

Perusahaan migas negara juga akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan pergerakan energi global serta telah melakukan penanggulangan untuk memastikan kelancaran rantai pasok global dan ketahanan energi nasional tetap terjaga.

Pertamina memiliki rekam jejak sebagai pemasok minyak mentah, produk BBM dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi domestik maupun dari berbagai negara mitra. Diversifikasi itu menjadi keuntungan dalam fleksibilitas Pertamina untuk mengelola suplai di tengah konflik Timur Tengah.

Pertamina juga melakukan optimalisasi operasional kilang dalam negeri guna menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Melalui pengelolaan suplai terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan migas itu memastikan pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman, memadai, dan terkendali.

“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Baron.(ant/vve/bil/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Try Sutrisno Meninggal, Gubernur Khofifah Instruksikan Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang!
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Capek-capek Bawa Tim ke Puncak, Sahabat Megawati Hangestri Terancam Absen 6-8 Minggu
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Suami di Kepri Mutilasi Istri, Penguatan Layanan Korban KDRT Diminta Dikuatkan
• 9 jam laludetik.com
thumb
Operasi Ketupat 2026: 161.000 Personel Diturunkan, Ribuan Posko Telah Disiapkan
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Damkar Masuki Usia ke-107, Perkuat Layanan Penyelamatan dan Mitigasi
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.