Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Panglima TNI pimpin upacara pelepasan jenazah Try Sutrisno menuju TMP Kalibata.
Indonesia berduka atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. Dalam suasana khidmat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara resmi menerima jenazah dari pihak keluarga untuk diberangkatkan menuju persemayaman terakhir melalui prosesi kemiliteran.
Tepat pada pukul 12.50 WIB, peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih diserahkan oleh perwakilan keluarga kepada negara.
Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung upacara penerimaan tersebut di halaman masjid, menandai dimulainya penghormatan negara terhadap sosok yang dikenal sebagai tokoh militer dan negarawan tersebut.
Delapan personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengusung peti jenazah dengan langkah perlahan, diiringi dentuman drum yang menggema rendah, menciptakan atmosfer duka yang mendalam namun tetap tertib. Jenazah kemudian diberangkatkan menggunakan mobil jenazah menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Detik-Detik Kepulangan Sang Tokoh
Try Sutrisno mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada Senin pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Kabar duka ini dikonfirmasi melalui pernyataan resmi keluarga besar serta koordinasi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Sebelum tiba di Masjid Sunda Kelapa, jenazah terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka yang terletak di Jalan Purwakarta, Menteng. Sepanjang prosesi, masyarakat tampak memadati area sekitar masjid untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang mantan Panglima ABRI tersebut.
Warisan Pengabdian
Wafatnya Try Sutrisno meninggalkan rekam jejak pengabdian yang panjang bagi stabilitas ideologi dan pertahanan Indonesia. Kehadiran para petinggi TNI dan pejabat negara dalam prosesi pemakaman ini menjadi simbol apresiasi tertinggi atas dedikasi almarhum selama menjabat, baik di ranah militer maupun sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.
Upacara pemakaman di TMP Kalibata dijadwalkan berlangsung dengan upacara militer penuh, sesuai dengan protokol kenegaraan untuk menghormati jasa-jasa besar yang telah ia torehkan bagi sejarah Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews




