JAKARTA, KOMPAS.com - JBI, debt collector (DC) yang menusuk advokat berinisial BTS di Kelapa Dua, Tangerang, pada Selasa (24/2/2026) lalu sengaja membawa senjata tajam (sajam) saat akan menarik kendaraan korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, sajam itu dibawa untuk melukai nasabah yang menolak penarikan kendaraan.
“Pelaku bawa sajam itu jikalau ada perlawanan dari debitur atau orang yang menguasai kendaraan yang akan ditarik,” jelas Budi saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Viral Warga Naik Ojol Rp 20.000 tapi Ditagih Rp 200.000 di GBK
Saat itu, korban memang menolak kendaraannya ditarik karena merasa cara yang dilakukan oleh para pelaku tidak sesuai. Polisi menduga aksi penusukan tersebut telah direncanakan.
“Matel pelaku bawa sajam itu artinya sudah ada niat mencederai nasabah jika terjadi penolakan,” tutur Budi.
Adapun JBI telah ditangkap di ruas Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, saat berusaha melarikan diri.
Sementara dua rekannya berinisial HK dan SS masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
“Terduga pelaku berinisial J.B.I. diamankan pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 23.50 WIB di Semarang, Jawa Tengah. DPO dua orang lagi masih dikejar,” ujar Budi.
Diketahui, peristiwa tersebut bermula saat tiga debt collector mendatangi rumah korban untuk menarik satu unit mobil yang disebut menunggak cicilan.
Baca juga: Bela Pria Berjaket Kuning yang Tunjuk-tunjuk Polisi Saat Demo, BEM UI: Tak Ada Niat Jahat
Mereka mengaku mendapat kuasa dari perusahaan pembiayaan, yakni Mandiri Tunas Finance.
"Sempat terjadi perdebatan karena korban menilai proses penarikan tidak sesuai ketentuan," kata kuasa hukum korban, Andri Jurnisal, ditemui di Mapolres Tangsel, Selasa (24/2/2026).
Saat perdebatan berlangsung, mobil korban akhirnya dibawa para debt collector tersebut.
Namun, karena korban belum mengetahui identitas para debt collector, ia kemudian meminta petugas keamanan perumahan menahan kendaraan mereka di gerbang.
“Korban meminta security untuk menyetop mobil debt collector itu agar dimintai identitasnya,” kata Andri.
Korban pun mendatangi ke gerbang perumahan, tetapi di lokasi tersebut situasi memanas hingga salah satu debt collector diduga mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang korban.
Baca juga: KPAI Sebut Kasus Tewasnya Nizam Termasuk Filisida, Dibunuh Orangtua Sendiri
Setelah kejadian, ketiga pelaku langsung melarikan diri.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kelapa Dua pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




