Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara pemakaman kenegaraan Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Dalam kapasitasnya sebagai inspektur upacara, Presiden menyampaikan penghormatan terakhir atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Upacara dimulai sekitar pukul 13.39 WIB setelah jenazah diberangkatkan dari rumah duka dan sebelumnya disalatkan. Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diusung prajurit TNI menuju liang lahad, diiringi penghormatan militer dan tembakan salvo.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan resmi negara atas wafatnya almarhum yang meninggal dunia pada pukul 06.58 WIB di Jakarta.
“Saya Presiden Republik Indonesia atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan kepada persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, jabatan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia periode 1993—1998, Panglima ABRI periode 1988—1993, putra dari Bapak Subandi (alm), yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa,” ujar Prabowo.
Presiden Ke-8 RI itu melanjutkan agar rekam jejak dari Try Sutrisno turut menjadi bekal perjalanan dan juga contoh bagi generasi sekarang serta yang akan datang.
“Semoga jalan dharma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwahnya mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” pungkas Prabowo.
Penghormatan Tertinggi Negara
Prosesi dilanjutkan dengan penurunan peti jenazah ke liang lahad. Presiden Prabowo secara simbolis memulai penimbunan tanah, diikuti keluarga almarhum. Karangan bunga kemudian diletakkan oleh Presiden dan pihak keluarga sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Try Sutrisno dikenal sebagai salah satu tokoh militer dan negarawan yang pernah menjabat Panglima ABRI periode 1988—1993 sebelum kemudian dipercaya menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993—1998.
Kepergiannya dalam usia 90 tahun meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, dan perwakilan TNI-Polri turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Dengan pemakaman kenegaraan tersebut, negara menegaskan penghargaan atas pengabdian panjang almarhum bagi pertahanan, keamanan, dan perjalanan sejarah Republik Indonesia.





