JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar hubungan internasional (HI) Saint Petersburg State University, Rusia, Connie Rahakundini, mengungkapkan potensi dampak dari serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran terhadap Indonesia.
"Indonesia itu harus hati-hati karena early warning-nya, dampak minyak pasti naik," katanya dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Senin (2/3/2026).
Ia menyebut rupiah juga berpotensi mengalami volatilitas atau kecenderungan mudah berubah. Peningkatan biaya logistik global juga dapat berimbas ke Indonesia.
"Dan yang paling parah tekanan domestik. Karena gini ya, soal Palestina itu sensitif di Indonesia. Ada dilema juga posisi bebas aktif, dan kita ada di Board of Peace (BoP)," katanya.
Baca Juga: Usai Serangan AS–Israel Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Vital Minyak Dunia Terancam Lumpuh
Menurutnya, peristiwa ini bisa menjadi momen untuk mereposisi (menempatkan kembali) posisi Indonesia di BoP.
Ia menegaskan Indonesia tidak boleh bergeser dari fondasi politik bebas aktif. Menurutnya, hal itu menjadi harga mati.
"Itu sudah kaya harga mati kita. Jadi jangan sampai posisi di Indonesia itu bergeser, ini karena ini menjadi anchor (jangkar) legitimasi kita sebagai bangsa berdaulat," katanya.
Ia mengatakan, jika Indonesia tetap ada dalam BoP yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, Indonesia harus tetap di bawah prinsip multilateral, dan tidak terlibat operasi ofensif. Indonesia, kata dia, juga harus memperjelas aturan keterlibatan (rules of engagement).
AS dan Israel mulai melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan AS-Israel dilaporkan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- iran
- israel
- kematian khamenei
- AS serang Iran
- Israel serang iran
- dampak serangan AS Israel ke iran





