Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga beras pada Februari 2026 mengalami kenaikan secara bulanan (month-to-month/mtm) maupun tahunan (year-on-year/yoy) di tingkat grosir dan eceran pada Februari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan inflasi beras di tingkat grosir mencapai 0,45% secara mtm dan 4,98% secara yoy pada Februari 2026. Begitu pula di tingkat eceran, harga beras tercatat naik 0,43% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 3,61% secara tahunan.
“Untuk inflasi beras pada tingkat grosir dan eceran. Di tingkat grosir terjadi inflasi 0,45% secara mtm dan 4,98% secara yoy, sedangkan di tingkat eceran terjadi inflasi mtm 0,43% dan secara yoy terjadi inflasi 3,61%,” kata Ateng dalam Rilis BPS, Senin (2/3/2026).
Dari sisi harga, rata-rata harga beras di tingkat grosir mencapai Rp14.282 per kilogram pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya di level Rp14.218 per kilogram.
Sementara di tingkat eceran, harga rata-ratanya naik dari Rp15.036 per kilogram pada Januari 2026 menjadi Rp15.100 per kilogram pada Februari 2026.
Lebih lanjut, rata-rata harga beras di penggilingan tercatat turun 0,33% mtm dan meningkat 5,94% yoy. Secara rata-rata harga, beras di penggilingan mencapai Rp13.543 per kilogram pada Februari 2026 dari bulan sebelumnya di level Rp13.588 per kilogram.
Baca Juga
- Menko Pangan Pastikan Indonesia Tidak Ada Impor Beras dari AS
- Raksasa Ritel asal Arab, BinDawood dan Lulu, Siap Impor Beras RI
- RI Bakal Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Tahap Pertama 28 Februari 2026
“Jika kita pilah menurut kualitas beras di penggilingan, maka beras premium naik 0,30% mtm dan yoy beras premium naik 9,46%. Beras medium mengalami penurunan 0,14% secara mtm dan secara yoy mengalami peningkatan 4,64%,” jelasnya.
Ateng menjelaskan sejumlah harga aneka beras ini merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia.





