Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan laba bersih sebesar Rp258,51 miliar sepanjang 2025, merosot 28,69% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp362,56 miliar.
Tekanan pada laba tak lepas dari pelemahan penjualan. Sepanjang 2025, pendapatan turun 4,45% secara tahunan menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,93 triliun. Penurunan ini mencerminkan lesunya daya beli dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Secara rinci, pendapatan berasal dari roti tawar Rp2,42 triliun, roti manis Rp1,66 triliun, kue Rp367,29 miliar, serta lain-lain Rp104,57 miliar. Namun angka tersebut harus dikurangi retur penjualan sebesar Rp779,33 miliar dan rabat Rp17,82 miliar.
"Walau masih berhadapan dengan tantangan pelemahan daya beli dan perubahan pola konsumsi masyarakat, namun, dengan fundamental usaha yang kuat, perusahaan meraih penjualan sebesar Rp3.758 miliar dan mencatatkan laba bersih Rp259 miliar serta EBITDA Rp590 miliar sepanjang tahun buku 2025," kata manajemen.
Baca Juga: Penjualan Lesu, Laba Matahari Department Store (LPPF) Turun 12,35% di 2025
Dari sisi operasional, beban pokok penjualan turun tipis menjadi Rp1,76 triliun dari Rp1,78 triliun. Meski demikian, laba kotor tetap menyusut menjadi Rp1,99 triliun dari Rp2,14 triliun. Beban usaha turun tipis ke Rp1,712 triliun dibandingkan Rp1,714 triliun pada tahun sebelumnya.
Penghasilan operasi lainnya naik menjadi Rp109,11 miliar dari Rp94,57 miliar, sementara beban operasi lainnya turun menjadi Rp3,11 miliar dari Rp5,20 miliar. Kendati ada perbaikan di sejumlah pos, laba usaha tetap tertekan menjadi Rp386,71 miliar dari Rp521,32 miliar pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset menyusut menjadi Rp3,53 triliun dari Rp3,74 triliun. Liabilitas meningkat menjadi Rp1,49 triliun dari Rp1,43 triliun, sedangkan ekuitas turun menjadi Rp2,04 triliun dari Rp2,30 triliun.
Baca Juga: Penjualan Cimory (CMRY) Tembus Rp10,72 Triliun di 2025, Laba Melesat 33,80%
Meski menghadapi tekanan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus berekspansi dan bertransformasi.
"Perusahaan berkomitmen untuk senantiasa berkembang dari bisnis utama (core business) roti hingga kini memiliki 6 bisnis unit yang terdiri dari Sari Roti, Sari Kue, Sari Choco, Indosari Food Solutions serta bisnis distribusi, dan retail, agar meraih pertumbuhan yang lebih tinggi di masa depan seiring langkah menuju 'Growth BEYOND Bread'," tutup manajemen.




