IRAN, KOMPAS.TV - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran memastikan akan terus berkomunikasi dengan warga negara Indonesia di seluruh kota Iran. Langkah ini dilakukan menyusul serangan militer Israel dan Amerika Serikat yang menyasar negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri terus melakukan pemantauan dan menyiapkan kebijakan perlindungan untuk WNI di Iran.
KBRI telah menerbitkan edaran agar WNI bertahan di kediaman masing-masing demi keamanan dan keselamatan warga.
KBRI juga menyiapkan hotline bagi WNI saat keadaan darurat. Keamanan WNI di Iran menjadi prioritas.
Migrant Care mendesak pemerintah untuk memastikan kondisi WNI, termasuk pekerja migran di Timur Tengah, pasca meningkatnya eskalasi konflik Amerika, Israel, dan Iran.
Data KBRI Teheran mencatat ada sekitar 329 WNI yang telah melakukan lapor diri kepada KBRI Teheran.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha, mengatakan total ada tiga orang meninggal dan bukan WNI yang menjadi korban serangan Iran. Judha menyebut serangan masih berlangsung dan sudah siaga tiga di UEA.
Total ada 81.000 WNI yang tinggal di Uni Emirat Arab, dan ada 21 WNI yang terdampak karena penghentian penerbangan. Berikut cuplikan pernyataannya kepada jurnalis Kompas TV, Dian Silitonga.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : KompasTV-Makassar
Sumber : Kompas TV
- KBRI TEHERAN SOAL WNI
- teheran
- Iran




