AS dan Israel Luncurkan Serangan Mendadak ke Iran, Analis: Operasi Telah Lama Dipersiapkan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada Sabtu (28 Februari), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara siang hari yang jarang terjadi terhadap ibu kota Iran, Teheran. Seorang analis militer menilai bahwa operasi ini telah dipersiapkan sejak lama, sementara kemungkinan serangan balasan Iran ke depan diperkirakan akan didominasi penggunaan rudal jelajah dan drone.

Pada hari yang sama, AS dan Israel memulai operasi militer besar bertajuk “Operation Epic Fury”. Menurut laporan terbaru media Israel, Menteri Pertahanan Iran dan Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) termasuk di antara korban tewas dalam serangan udara tersebut. Namun hingga kini, otoritas Teheran belum memberikan konfirmasi resmi.

Analisis: Serangan Tahap Awal Targetkan Pejabat Tinggi

Seorang blogger militer ternama bernama Mark menjelaskan bahwa gelombang pertama serangan difokuskan pada pejabat tinggi Iran.

“Serangan tahap pertama terutama menyasar pejabat tinggi Iran. Angkatan Udara Israel menyerang ratusan target di wilayah Iran. Saat itu, tiga pertemuan pejabat senior Iran sedang berlangsung. Dalam serangan mendadak tersebut, tujuan utamanya adalah melakukan ‘pemenggalan kepemimpinan’. Dengan demikian, rantai komando Iran akan terputus, sehingga pemerintah Iran dan Garda Revolusi Islam akan mengalami kekacauan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat sejauh ini terutama melalui peluncuran rudal jelajah Tomahawk untuk mendukung serangan presisi Israel.

“AS pada dasarnya berpartisipasi dengan menembakkan rudal Tomahawk untuk membantu Israel melakukan serangan presisi. Dalam beberapa minggu terakhir, sekitar 6.500 ton logistik telah dikirim ke Israel melalui lebih dari 90 penerbangan dan kapal angkut,” katanya. 

“Ini menunjukkan bahwa operasi militer kali ini telah direncanakan dalam waktu lama oleh Israel dan Amerika Serikat. Israel mengerahkan sejumlah besar jet tempur dan melakukan serangan jarak jauh. ‘Blue Sparrow’ adalah rudal balistik udara-ke-darat Israel yang mampu menjangkau seluruh wilayah Iran,” tambahnya. 

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Setelah serangan udara AS–Israel, Iran membalas dengan menembakkan rudal ke Israel serta ke sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Al Udeid (Qatar), dan lokasi lainnya.

Mark menilai bahwa Israel, Amerika Serikat, serta sekutu Arab mereka telah mempersiapkan sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal untuk menghadapi skenario tersebut.

“Di antara serangan itu, hanya pangkalan militer AS di Bahrain yang terkena rudal balistik secara langsung. Namun sejak Januari, militer AS telah mulai memindahkan kapal-kapal perang penting dari pangkalan Bahrain tersebut. Bandara internasional di Qatar dan Kuwait juga terkena serangan drone, menimbulkan kerusakan ringan, tetapi tidak ada korban jiwa,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa karena wilayah Iran sangat luas, masih terdapat banyak peluncur rudal dan fasilitas peluncuran drone yang mungkin tersembunyi di lokasi bawah tanah atau tempat yang belum terdeteksi.

“Serangan balasan kemungkinan masih akan berlanjut. Kini tinggal melihat apakah operasi militer AS dan Israel mampu secara efektif menekan atau menghancurkan peluncur rudal dan fasilitas drone tersebut,” katanya. (jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imsak Puasa Ramadhan di Malang Hari Ini 2 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Jadwalnya
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Gambut Rapuh Tanpa Perlindungan
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dampak Serangan Israel ke Iran, Irak Resmi Tutup Wilayah Udara & Amankan Semua Penerbangan
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Bertahan 4 Dekade di Monas, Budi dan Perjuangan Fotografer Keliling di Era Digital
• 29 menit lalukompas.com
thumb
Wamenekraf Irene Umar Membuka Parade Imlek Nusantara 2026 dan Menyebutnya Cerminan Persatuan Bangsa
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.