Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operational Tahun 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Senin (2/3). Rakor tersebut dihadiri perwakilan Kementerian PMK dan jajaran terkait.
Dalam rakor ini, Kapolri juga mengumumkan secara resmi Operasi Ketupat 2026 yang dimulai pada tanggal 13 Maret hingga Maret 2026. TNI-Polri dan instansi terkait mengerahkan 161 ribu personel gabungan dalam operasi ini.
"Tagline kali ini adalah 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Tentunya yang kita kedepankan adalah langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum, tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan," ujar Kapolri saat memimpin rakor.
Ada sedikit perubahan dalam struktur Operasi Ketupat 2026. Kepala Operasi Khusus (Kaopsus) akan dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.
"Kemudian struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas, ini betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi," jelas Sigit.
Prediksi Arus Mudik dan Arus Balik
Di kesempatan yang sama, Kapolri juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Akan ada 2 gelombang puncak arus mudik dan arus balik.
Puncak mudik tahun ini datang bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Sehingga memerlukan adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali untuk menghormati hari besar keagamaan tersebut.
Sementara Lebaran dan curi bersama akan dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 24 Maret 2026.
One Way, Ganjil Genap dan Contraflow
Selain prediksi arus mudik dan balik, sejumlah strategi rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan berdasarkan pengalaman pada Operasi Ketupat di tahun-tahun sebelumnya.
"Mulai One Way Nasional, One Way Lokal, Contraflow, pengaturan di Rest Area, pembatasan kendaraan sumbu tiga, pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan," jelas Kapolri.
Demikian juga dengan sistem ganjil genap dan sistem Contraflow juga akan diberlakukan. Untuk kegiatannya, untuk sistem ganjil genap dimulai dari KM 47 (Tol Japek) sampai dengan KM 414 Semarang-Batang.
Kemudian untuk Contraflow mulai dari KM 47 sampai dengan KM 70 (Tol Japek).
"Sebaliknya dengan arus balik, kita berlakukan hal yang sama juga, kita akan melakukan sistem One Way, kemudian sebelum dimulai dilaksanakan penyisiran 2 jam sebelumnya, demikian juga pada saat akan normalisasi dilakukan hal yang sama. Kemudian sistem ganjil genap dan sistem Contraflow juga tentunya kita laksanakan," jelas Sigit.
Polri juga menyiapkan 2.746 posko dan objek pengamanan dengan rincian:
1.624 pos pengamanan
779 pos pelayanan
343 pos terpadu
Lalu mengamankan 185.608 objek, termasuk;
Masjid dan lokasi salat Id
Terminal, stasiun, pelabuhan, bandara
Pusat perbelanjaan dan objek wisata





