Didemo Terkait Kualitas MBG Ramadhan, SPPG di Pati Stop Beroperasi

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berhenti beroperasi usai didemo para orangtua pada Jumat (27/2/2026). Demo muncul sebagai protes karena menu makanan bergizi gratis Ramadhan yang disalurkan SPPG dinilai tak layak.

Demontrasi tersebut bermula ketika para orangtua mendapati anak-anaknya membawa pulang paket MBG kering selama Ramadhan yang dinilai tidak layak. Awalnya, para orangtua protes ke pihak sekolah.

Meski sudah hampir setiap hari protes, perbaikan dinilai tak kunjung dilakukan. Puncaknya, pada Kamis (26/2/2026), para orangtua marah setelah anak-anak mereka menerima MBG yang di dalamnya terdapat jeruk busuk. 

Baca JugaPosting di Medsos hingga Turun ke Jalan, Orangtua Protes Kualitas MBG Ramadhan

Para orangtua juga marah karena harga paket MBG yang diterima anak-anak mereka diduga tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan. Untuk MBG yang diterima pada Kamis misalnya, satu buah jeruk, satu bungkus roti, dan empat butir telur puyuh disebut totalnya menurut harga pasaran sekitar Rp 5.000. Padahal, Badan Gizi Nasional telah menetapkan, harga paket MBG Ramadhan, yakni sebesar Rp 8.000 - Rp 10.000.

"Kami itu melakukan perhitungan berdasarkan harga di pasaran, rata-rata MBG yang didapatkan anak-anak kami itu cuma Rp 5.000. Lalu, yang Rp 3.000 lagi kemana? Kami meminta penjelasan SPPG soal ini," kata Muhammad Ali Sobbri (31), salah satu orangtua siswa saat dihubungi, Minggu (1/3/2026).

Ali yang saat demonstrasi berperan sebagai koordinator lapangan menyebut, pihaknya juga meminta agar ahli gizi dari SPPG Tlogowungu 1 turut dihadirkan untuk menemui massa pada Jumat. Kendati demikian, pihak SPPG disebut Ali mengaku ahli gizi sedang tidak di tempat.

Para orangtua, disebut Ali kecewa karena tidak bisa bertemu dengan ahli gizi dari SPPG tersebut. Padahal, para orangtua disebut memiliki banyak pertanyaan yang hendak diajukan kepada ahli gizi di SPPG itu, misalnya mengenai nilai gizi untuk setiap MBG yang diperoleh anaknya hingga menggali mengapa jeruk yang dalam kondisi busuk diberikan ke anak-anak mereka.

"Kami menuntut SPPG melakukan perbaikan, kalau tidak ada perbaikan ke depannya, lebih baik dibubarkan saja. Kasihan anak-anak," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris II Satuan Tugas MBG Kabupaten Pati, Enny Pratiwi menyebut, pihaknya sudah mengetahui demonstrasi yang dilakukan para orangtua di SPPG Tlogowungu 1 tersebut. Dalam kegiatan itu, kata Enny, para orangtua juga sempat diajak beraudiensi dengan pihak SPPG.

"Dari pihak SPPG mengakui mereka bersalah dan akan menjadikan ini sebagai bahan evaluasi. Pihak SPPG juga mengatakan secara lisan kepada Satgas MBG Kabupaten Pati bahwa mereka mau berhenti operasional sekitar satu pekan untuk melakukan evaluasi-evaluasi," ujar Enny.

Tak hanya terkait demonstrasi para orangtua di Kecamatan Tlogowungu, Satgas MBG Kabupaten Pati juga disebut Enny turut memantau peristiwa pengembalian seluruh paket MBG yang disalurkan ke SMP Negeri 1 Tayu pada Jumat oleh pihak sekolah.

Berdasarkan laporan yang diterima Enny, pihak sekolah mengembalikan MBG itu setelah banyak mendapatkan protes dari para orangtua mengenai kualitas MBG yang disalurkan. Para orangtua protes karena MBG yang diterima anaknya basi dan busuk. Sebagian juga menilai, kandungan gizi dalam MBG yang diterima anak-anak mereka tidak sesuai.

Pada Jumat, SMPN 1 Tayu disebut mendapatkan dua jenis paket MBG untuk dua hari bagi 900 siswa mereka. Paket satu berisi ketan kukus, jeruk, dan kurma. Adapun, paket dua berisi belimbing, roti, jeruk, dan kacang. Ketan kukus yang diterima disebut dalam kondisi kurang baik.

Menurut Enny, Satgas MBG Kabupaten Pati sudah berulang kali melakukan pembinaan kepada kepala-kepala SPPG di wilayahnya, termasuk kepada Satgas MBG di tingkat kecamatan. Salah satu yang menjadi penekanan dalam sosialisasi dan edukasi itu terkait dengan penyajian dan penyaluran MBG yang memenuhi standar keamanan pangan.

"Kami juga sudah menyampaikan keluhan-keluhan masyarakat yang di media sosial, yang begitu banyak itu. Kemudian, dari ketua harian Satgas MBG itu juga sudah menyampaikan supaya ada evaluasi dan perbaikan," kata Enny.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Percepatan MBG Jateng, AR Hanung Triyono menyebut, pelaksanaan program MBG selama Ramadhan Ramadan berpedoman pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026. Dalam edaran tersebut diatur terkait bentuk makanan selama Ramadan.

"Disebutkan paket makanan kemasan sehat MBG adalah makanan siap makan yang diproduksi dan dilakukan pengemasan di SPPG, menggunakan totebag dan dikemas oleh SPPG. Dengan tetap menerapkan SOP keamanan pangan, yakni pengecekan masa kedaluwarsa dan perizinan produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga/PIRT, dan kaidah pemenuhan gizi seimbang," ujar Hanung.

Hanung menyebut, dalam SE itu juga disebutkan arahan untuk tidak menyajikan makanan kemasan seperti ultra-processed food sebagai menu utama. Menunyang direkomendasikan sesuai dengan SE tersebut, misalnya telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma.

Baca Juga15 Kota/Kabupaten di Jateng Laporkan Kasus Keracunan MBG, Pengawasan Diperketat

Adapun, Wakil Gubernur sekaligus Katua Tim Percepatan MBG Jateng, Taj Yasin Maimoen mengaku bakal mencatat keluhan masyarakat terkait menu MBG Ramadhan di wilayahnya dan menyampaikannya ke Badan Gizi Nasional. Menurutnya, sudah ada satuan tugas khusus yang ditugaskan untuk melakukan audit terhadap SPPG yang melanggar.

Yasin menyebut, apabila kedapatan melanggar, sanksi yang diberlakukan kepada SPPG bisa sampai pada tahap penutupan. "Maka saya berharap untuk SPPG-SPPG ditertibkan, diedukasi betul, cara pengemasannya, cara pengirimannya dan lain sebagainya. Saya menghimbau kepada masyarakat juga, terkait SPPG di bulan Ramadan kita atur lagi deh," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Akan Ajukan Banding atas Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polres Bandara Ngurah Rai Perketat Pengamanan Pascapembatalan Sejumlah Penerbangan ke Timteng
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Keluarganya Dihabisi, Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Sudah Terbunuh, Ini Kata Menlu Iran
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Netanyahu Yakin Ayatollah Ali Khamenei Tewas karena Serangan AS-Israel, Iran Bereaksi
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Veda Ega Pratama Siap Ciptakan Sejarah di Race Moto3 Thailand 2026 Hari Ini, Begini Komentarnya
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.