Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total pada 3 Maret, Catat Waktunya

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan puncak Gerhana Bulan Total (GBT) yang dapat diamati di Indonesia akan dimulai pada Selasa 3 Maret petang waktu setempat di masing-masing wilayah.

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa berdasarkan data pengamatan gerhana dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Baca Juga :
BMKG: Gempa Bumi Magnitudo 7,1 di Sabah Tak Berpotensi Tsunami di Kaltara
Daerah di Indonesia yang Diprakirakan Diguyur Hujan Sangat Lebat Hari Ini.

"Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi tersebut secara langsung dari berbagai wilayah, dengan catatan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal," kata dia.

Ia menjelaskan wilayah Indonesia bagian timur memiliki visibilitas lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian barat, Bulan akan terbit ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.

Fenomena gerhana akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau sekitar tengah malam waktu Indonesia timur ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

BMKG mencatat secara keseluruhan durasi gerhana sejak fase awal hingga berakhir berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik.

Durasi parsialitas terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas saat Bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan umbra Bumi berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Pada saat puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak berwarna merah. Warna tersebut terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, ketika cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar dan cahaya berwarna merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.

BMKG menambahkan sepanjang 2026 diperkirakan terjadi empat kali gerhana, yakni dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan, namun hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya serta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. (Ant)

Baca Juga :
Hujan Bakal Mengguyur Sejumlah Kota di Indonesia di Hari Pertama Puasa Ramadhan
BMKG: Jakarta Bakal Diguyur Hujan Hari Ini
Posisi Hilal Masih Bawah Ufuk di Lombok NTB, Ini Penjelasan BMKG

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Ancaman Serius, BGN Diminta Perketat Standar Ketersediaan Air Bersih dan Sehat
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Konflik Israel-Iran Berpotensi Kerek Harga BBM, Tekan Industri dan Ekspor RI
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Akan Hadiri Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Potret Suasana Terkini Rumah Duka Wapres ke-6 RI Try Sutrisno
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mantan Preside Iran Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara
• 14 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.