Jakarta, ERANASIONAL.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan bahwa komoditas penyumbang inflasi tertinggi pada Febuari 2026, yakni emas perhiasan yang mengalami inflasi 9,61 persen sehingga memberikan andil terhadap inflasi Jakarta sebesar 0,21 persen.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto dalam Rilis BPS DKI Jakarta di Kantor BPS DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
“Inflasi emas perhiasan juga kembali berlanjut pada Januari dan Februari 2026, didorong dengan harga emas secara global yang terjadi kenaikan yang terus-menerus,” ujar Kadarmanto.
Kadarmanto mengatakan secara historis, komoditas tersebut mengalami sembilan kali inflasi pada 2023, 11 kali inflasi pada 2024, dan terus mengalami inflasi setiap bulan sepanjang 2025.
“Inflasi emas perhiasan juga kembali berlanjut pada Januari dan Februari 2026, didorong dengan harga emas secara global yang terjadi kenaikan yang terus-menerus,” ucap Kadarmanto.
Harga emas perhiasan secara rata-rata tercatat pada level harga Rp2.002.206,11 per gram. Selain emas perhiasan, daging ayam ras juga menjadi penyumbang inflasi bulanan Jakarta pada Februari 2026 dengan andil sebesar 0,13 persen.
“Inflasi daging ayam ras mencapai 10,54 persen, hampir mendekati tingkat inflasi tertinggi daging ayam ras dalam empat tahun terakhir, yaitu sebesar 10,62 persen terjadi pada September 2025,” ujar Kadarmanto.
Komoditas Lain Penyumbang Utama
Komoditas lain yang juga menjadi penyumbang utama inflasi Jakarta pada Februari 2026, yaitu cabai rawit dengan andil 0,05 persen, diikuti bawang merah dengan andil 0,03 persen, dan bayam dengan andil 0,03 persen.
Sementara itu BPS DKI Jakarta mengalami inflasi bulanan sebesar 0,63 persen pada Februari 2026 dibandingkan Januari 2026, atau lebih rendah dibandingkan secara nasional yang mencapai 0,68 persen.
“Bulan lalu, setelah mengalami deflasi (0,23 persen), sekarang Jakarta mengalami inflasi 0,63 persen,” tandas Kadarmanto.





