Rektor UIN Jakarta: Filantropi Islam kunci kurangi kesenjangan sosial

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menegaskan filantropi Islam seperti zakat, wakaf, infak, hingga sedekah menjadi kunci dalam upaya mengurangi kesenjangan sosial.

“Zakat merupakan kewajiban yang dibebankan kepada pemilik harta untuk mengeluarkan persentase tertentu dari kekayaannya sebagai instrumen keadilan sosial agar kepemilikan tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya,” ujar Asep di Jakarta, Senin.

Asep mencontohkan praktik filantropi di berbagai negara maju, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah, yang menunjukkan bahwa donasi sukarela seperti sedekah dan infak memiliki dampak besar terhadap pembangunan sosial dan pendidikan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Muslim di Indonesia untuk memperkuat budaya filantropi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

“Di banyak negara, lembaga pendidikan dan sosial berkembang pesat karena didukung oleh budaya donasi. Di Timur Tengah, bahkan nilai sedekah dan infak sering kali melampaui zakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan banyaknya instrumen filantropi Islam membuktikan bahwa harta benda yang dikeluarkan memiliki landasan, fungsi, dan cakupan masing-masing.

Pemahaman yang tepat terhadap berbagai instrumen filantropi itu dinilai krusial untuk memperkuat keadilan sosial dan mengatasi kesenjangan ekonomi yang semakin kompleks.

Ia mencontohkan zakat dan sedekah. Menurut Asep, zakat adalah kewajiban individual (fardhu ‘ain) yang memiliki ketentuan jelas, baik dari sisi nisab, haul, maupun tarif yang harus dikeluarkan oleh seorang Muslim yang memenuhi syarat.

Asep menjelaskan prinsip zakat sejalan dengan ajaran Al Quran, khususnya Surah Al-Hasyr ayat 7, yang menegaskan pentingnya distribusi kekayaan agar tidak terkonsentrasi pada kelompok tertentu saja.

Baca juga: Menag ajak orang kaya tak hanya tunaikan zakat tapi perluas kontribusi

Secara etimologis, zakat berarti penyucian (tazkiyah) dan pertumbuhan, yang menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga spiritual.

“Zakat berfungsi membersihkan harta dan jiwa pemiliknya dari sifat kikir dan keserakahan, sekaligus menjadi mekanisme korektif agar kekayaan tidak terkonsentrasi pada segelintir orang,” katanya.

Meskipun demikian, Asep menekankan bahwa zakat pada dasarnya merupakan batas minimum kepedulian sosial seorang Muslim, bukan puncak kontribusi sosial.

“Zakat adalah baseline atau fondasi moral. Ketika seseorang telah menunaikan zakat, ia baru memenuhi kewajiban dasarnya, belum tentu mencapai tingkat kedermawanan yang optimal,” ujarnya.

Sementara sedekah memiliki dimensi yang lebih luas karena tidak dibatasi oleh persentase tertentu dan sepenuhnya bergantung pada kemurahan hati individu.

“Sedekah bertumpu pada nilai kemanusiaan, kedermawanan, dan solidaritas sosial. Bahkan, seseorang dapat memberikan sebagian besar hartanya demi kemaslahatan bersama,” kata Asep.

Sedekah, kata dia, memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan sosial dan memperkuat solidaritas umat, terutama di tengah tantangan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Perihal polemik terkait pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sempat disalahpahami sebagai ajakan meninggalkan zakat. Menurutnya, substansi pernyataan tersebut perlu dipahami secara utuh.

“Pernyataan itu bukan untuk menghapus kewajiban zakat, melainkan menggeser orientasi agar umat tidak berhenti pada kewajiban minimal. Potensi sedekah yang jauh lebih luas harus dioptimalkan,” kata dia.

Baca juga: Kemenag tegaskan zakat tidak untuk program MBG

Ia menegaskan bahwa zakat tetap menjadi kewajiban religius yang tidak dapat ditinggalkan, namun pemberdayaan sosial umat tidak bisa hanya bergantung pada zakat semata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Pelanggaran, 453 Emiten Kena Sanksi BEI Selama 2025
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas - Perak Kompak Naik, Bitcoin Melemah Pasca Perang Iran Vs AS-Israel
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
KRL Bogor-Jakarta Kota Gangguan gegara Masalah Rel di Stasiun Bogor-Cilebut
• 16 jam laludetik.com
thumb
Hadiri Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata, Kapolri: Tokoh Nasional Menginspirasi
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Bengong
• 9 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.