Israel Bombardir Beirut Usai Serangan Roket Hizbullah ke Haifa, 31 Orang Dilaporkan Meninggal

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Jet tempur Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Beirut, Lebanon pada Senin (2/3/2026), menyusul serangan roket dan pesawat nirawak yang diluncurkan kelompok Hizbullah ke pangkalan militer di dekat Haifa, Israel utara.

Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, menyatakan serangan tersebut sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Dalam pernyataannya, Hizbullah menegaskan aksi itu dilakukan “untuk membela Lebanon dan rakyatnya” serta sebagai respons atas “agresi Israel yang berulang”.

“Kepemimpinan perlawanan selalu menegaskan bahwa berlanjutnya agresi Israel dan pembunuhan para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri dan membalas pada waktu dan tempat yang tepat,” demikian pernyataan Hizbullah, dilansir dari Aljazeera.

Kelompok itu juga menegaskan bahwa Israel tidak bisa terus melanjutkan agresi tanpa konsekuensi. “Musuh Israel tidak dapat melanjutkan agresinya yang telah berlangsung selama 15 bulan tanpa adanya respons peringatan untuk menghentikan agresi ini dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki,” lanjut pernyataan tersebut.

Kantor berita milik pemerintah Lebanon, National News Agency, melaporkan sedikitnya 31 orang meninggal dan 149 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah, termasuk Beirut selatan, desa-desa di Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di timur negara itu.

Militer Israel menyatakan pihaknya “secara gencar menyerang Hizbullah” di seluruh wilayah Lebanon. Dalam pernyataan resmi, militer Israel menegaskan tidak akan membiarkan kelompok tersebut mengancam keamanan wilayah utara Israel.

“Militer Israel akan bertindak melawan keputusan Hizbullah untuk bergabung dalam kampanye tersebut, dan tidak akan membiarkan organisasi itu menimbulkan ancaman bagi Israel dan membahayakan penduduk di wilayah utara,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Israel juga menuding Hizbullah bertanggung jawab atas eskalasi terbaru. “Organisasi teror Hizbullah menghancurkan negara Lebanon. Tanggung jawab atas eskalasi ini terletak pada mereka, dan militer Israel akan menanggapi kerusakan ini dengan tegas,” lanjut pernyataan tersebut.

Militer Israel kemudian mengklaim telah menargetkan anggota senior Hizbullah di Beirut dan seorang tokoh kunci di Lebanon selatan, tanpa merinci identitasnya.

Di tengah serangan udara, Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di lebih dari 50 desa di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, termasuk kota Bint Jbeil. Warga diminta menjauh setidaknya satu kilometer dari lokasi yang diduga menjadi target militer.

Skala peringatan tersebut mencerminkan pola pengungsian massal yang sebelumnya terjadi selama perang di Gaza, yang memicu kritik dan kecaman internasional.

Sementara itu, Nawaf Salam Perdana Menteri Lebanon mengecam serangan Hizbullah ke Israel. Ia menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang membahayakan keamanan nasional.

“Serangan ini adalah tindakan tidak bertanggung jawab dan mencurigakan yang membahayakan keamanan dan keselamatan Lebanon serta memberi Israel dalih untuk melanjutkan agresinya,” kata Salam melalui pernyataan di platform X.

“Kami tidak akan membiarkan negara ini terseret ke dalam petualangan baru, dan kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menangkap para pelaku dan melindungi rakyat Lebanon,” tegasnya. (saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asap Mengepul di Langit Teheran! Israel Gempur Iran Sehari Setelah Khamenei Tewas | BERUT
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Update Kasus Ekspor Limbah POME: Kejagung Geledah 20 Lokasi, Sita Alat Berat
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Sejumlah WNA Tertahan di Bali Imbas Penerbangan Terdampak Perang Iran
• 8 jam laludetik.com
thumb
143,9 Juta Masyarakat Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Ini Strategi Pemerintah
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.