Kebijakan Biodiesel Disebut Efektif Hadapi Lonjakan Harga Minyak

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan pengembangan biodiesel bisa menjadi langkah efektif dalam memitigasi risiko lonjakan harga minyak dunia.

Kebijakan Biodiesel Disebut Efektif Hadapi Lonjakan Harga Minyak (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai kebijakan pengembangan biodiesel bisa menjadi langkah efektif dalam memitigasi risiko lonjakan harga minyak dunia imbas perang antara AS dan Israel vs Iran.

Anggota DEN Septian Hario Seto menjelaskan, dampak konflik global terhadap perekonomian banyak negara akan ditransmisikan melalui kenaikan harga energi, terutama minyak mentah. 

Baca Juga:
ESDM Targetkan Penghematan Rp139 Triliun di 2026 Lewat Penggunaan Biodiesel

Negara-negara yang masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor minyak dinilai paling rentan terdampak.

"Secara umum, secara keseluruhan ya, ke seluruh negara, saya kira dampaknya adalah transmisinya itu akan mungkin dilihat nanti dari harga energi ya. Jadi itu yang mungkin akan mempengaruhi kondisinya banyak negara terutama yang impor minyaknya," ujarnya saat dijumpai Senin (2/3/2026).

Baca Juga:
Kementerian ESDM Tetapkan Alokasi Biodiesel Sebesar 15,65 Juta KL pada 2026

Meski demikian, Seto menegaskan, Indonesia cukup beruntung karena telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal. Salah satunya melalui kebijakan pengurangan ketergantungan impor energi, termasuk pengembangan biodiesel.

"Kalau kita lihat strateginya Bapak Presiden dari awal kan kita sudah coba untuk mengurangi dependensi terhadap impor ya. Tadi salah satunya biodiesel, kebijakan dan segala macam. Saya kira itu sudah satu langkah mitigasi ya. Jadi kita coba kurangin dependensi terhadap minyaknya," tutur Seto.

Baca Juga:
Tak Hanya Swasembada Energi, Program Biodiesel Berkontribusi untuk Ketahanan Pangan

Dia mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak perlu dilihat dari sisi keberlanjutannya. Berdasarkan pengalaman konflik sebelumnya, lonjakan harga kerap terjadi secara sementara.

"Kalau kita lihat kemarin perang Rusia, Ukraina atau kemarin yang tahun lalu serangan Israel ke Iran kan sempat naik spike tapi kan langsung turun lagi kan. Jadi kita lihat lah. Kalau nanti Selat Hormuz ditutup ya mungkin itu akan cukup problematik lah, tapi ya kita lihat satu minggu ke depan ya mudah-mudahan kita doakan ya ini bisa cepat selesai. Ada jalan damai lah," tuturnya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Tak Mau Tinggalkan Tanah Kelahiran
• 6 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Imsakiyah untuk Wilayah Jakarta Hari Ini, Senin 2 Maret 2026
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Kecelakaan Truk Tabrak Pembatas Jalan di Jakbar, Lalin Padat
• 12 jam laludetik.com
thumb
Pakar Politik dari Qatar University sebut Iran Sudah Berhitung Kemungkinan Terburuk yang Menimpa Ali Khamenei
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Inisiatif Indonesia Menjadi Mediator Disebut Bentuk Diplomasi Konkret
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.