Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi beri pesan menohok ke warga mendadak jadi sorotan. Momen tersebut pun terjadi tatkala Gubernur Jawa Barat itu datang menemui korban banjir di Sukahurip, Ciamis.
Sontak saja, kedatangan Dedi Mulyadi langsung menyita perhatian warga. Bahkan sempat terjadi dialog emosional antara warga yang merasa layak menerima bantuan.
Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi beri pesan menohok. Yakni dengan mengatakan bahwa bantuan hanya akan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kan kita memberikan bantuan itu kepada warga yang betul-betul membutuhkan,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Senin (2/3/2026).
Lebih lanjut, Dedi juga menjelaskan bahwa penerima bantuan harus yang masuk kategori miskin. Dan kehilangan mata pencaharian.
Atau akses pendidikan akibat banjir. Itulah sebabnya, Dedi Mulyadi menegaskan soal kriteria penerima bantuan dan pentingnya skala prioritas bagi warga paling tidak mampu.
“Kalau yang masih mapan, masih mampu, jangan lah mengkondisikan diri menjadi miskin ya,” imbuh Dedi Mulyadi.
Sementara itu, sebelumnya, dari data penerima bantuan, tercatat ada 250 KK (Kartu Keluarga) yang diajukan oleh Bupati Ciamis. Dimana awalnya, hanya sekitar 170 KK saja yang memenuhi syarat verifikasi.
Namun untuk menghindari perselisihan, Dedi akhirnya mengambil kebijakan memenuhi seluruh 250 KK yang diajukan. Termasuk di dalamnya sisa 80 KK yang juga akan diproses dalam waktu dekat.
Kendati demikian, meski sudah dijelaskan secara data, tampak masih ada warga terkhusus ibu-ibu terus mengeluh. Dan mengaku mereka tak kebagian bantuan tersebut.
Ibu-ibu tersebut bahkan terus berbicara di depan Dedi Mulyadi.
Mengetahui hal demikian, Dedi Mulyadi beri pesan menohok ke warga yang masih ngotot soal penerimaan bantuan. Yakni dengan mengungkit soal giliran kerja bakti.
“Kalau giliran bantuan semua orang kan ngotot, tapi giliran kerja bakti semua orang mundur,” sindir Dedi Mulyadi.
Tak berhenti sampai di situ, Gubernur Jawa Barat itu juga mengatakan bahwa ia memang sering membantu, namun tidak suka jika diminta.
“Dengerin, Pak Dedi ini orang yang suka membantu, tapi Pak Dedi ini orang yang tidak suka diminta. Jadi Pak Dedi senang membantu orang yang tak meminta,” tandasnya. (*)
Artikel Asli




