Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengadakan rapat koordinasi (rakor) tentang mudik Lebaran 2026 di gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3). Kapolri membahas kesiapan jajarannya jelang musim mudik, yang puncaknya diperkirakan terjadi sekitar 2 pekan lagi.
Salah satu yang dibahas Kapolri adalah moda transportasi yang digunakan warga untuk mudik kali ini.
Prediksi Sigit didasarkan pada data analisis dan evaluasi mudik 2025. Dari data, ada sejumlah angka yang bergerak, dibanding tahun 2024.
"Dari pergerakan penumpang yang menggunakan transportasi umum, untuk angkutan jalan terjadi penurunan 9,3 persen," ucap Listyo.
Dari perkiraan dan data, para pemudik ini kebanyakan akan berangkat Jabodetabek menuju arah timur.
"Lima tujuan terbanyak Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan seterusnya," kata ucap Listyo.
Puncak Mudik dan BalikKapolri memprediksi tanggal puncak arus mudik dan arus balik pada Lebaran 2026, yang masing-masing terbagi ke dalam 2 gelombang.
"Prediksi puncak arus mudik, ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret. Kemudian kita juga pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17. Sementara prediksi puncak arus mudik kedua ada di tanggal 18-19 Maret," kata Kapolri.
"Kemudian prediksi puncak arus balik yang pertama di tanggal 24 dan 25 Maret. Prediksi puncak arus balik kedua 28 sampai 29 Maret. Dan bila diperlukan, tentunya Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," jelas Sigit.





