Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional cukup untuk 20 hari.
Pernyataan ini diutarakan Bahlil saat akan menghadiri rapat mengenai kondisi terkini geopolitik terkini di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3).
“(Cadangan BBM) masih cukup, 20 hari,” kata Bahlil di Istana Negara, Senin (2/3).
Serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) membuat operasional Selat Hormuz ditutup Iran. Selat ini merupakan jalur vital perdagangan minyak dari kawasan Timur Tengah ke Asia, termasuk Indonesia.
Meski demikian, Bahlil memastikan konflik ini belum berdampak ke BBM bersubsidi di dalam negeri. Meskipun dia tidak menampik konflik nantinya akan berdampak pada harga minyak dunia.
“Sampai hari ini gak ada masalah (BBM subsidi), tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” tuturnya.
Untuk mencari solusi atau alternatif dari permasalahan ini, Bahlil menyebutkan dia akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional esok hari.
Kemudian saat ditanya mengenai kemungkinan mengimpor BBM dari AS, Bahlil menyebutkan impor BBM dari negeri yang dipimpin oleh Donald Trump itu baru akan ditindaklanjuti secara mendetail setelah kesepakatan ditandatangani.
“Dan itu kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir kita sebagian kita sudah ambil dari AS terutama LPG sebagian sudah kita ambil,” jelasnya.




