TABLOIDBINTANG.COM - Cara Delevingne bicara soal keputusannya mengurangi penggunaan media sosial. Model dan aktris berusia 33 tahun itu secara blak-blakan mengkritik algoritma di platform seperti Instagram dan TikTok yang menurutnya tidak dirancang untuk membuat penggunanya merasa lebih baik.
Dalam perbincangan menjelang Hari Perempuan Internasional, Cara mengungkap alasan di balik keputusannya mengurangi kebiasaan scrolling media sosial, dampaknya terhadap kesehatan mentalnya, serta hal-hal yang kini menjadi fokus utamanya.
Cara pertama kali terlibat dalam program Women of Worth beberapa tahun lalu saat menghadiri gala tahunan sebuah merek kecantikan. Kini, sebagai duta, ia semakin aktif mendukung perempuan dan mengangkat suara mereka, terutama menjelang peringatan Hari Perempuan Internasional.
Saat ini, ia menaruh perhatian besar pada isu kesehatan mental dan tantangan yang dihadapi komunitas marjinal.
“Kita semua bercanda seperti, ‘Dunia sedang terbakar,’” ujar Cara. “Tapi jujur saja, situasinya memang berat. Kesehatan mental itu penting. Kalau kita tidak menjaga diri sendiri, akan sulit membantu orang lain.”
Di situlah, menurutnya, peran media sosial menjadi krusial. Cara mengaku belum menghapus Instagram, tetapi ia sadar betul betapa mudahnya seseorang larut dalam algoritma tanpa disadari.
“Algoritma itu memang tidak dibuat untuk hal-hal yang baik,” katanya. “Kadang terasa menakutkan bagaimana ia bisa menarik kita masuk.”
Untuk menyiasatinya, Cara berusaha “membersihkan” linimasanya dengan mengikuti akun-akun yang benar-benar memberi dampak positif, terutama yang menyoroti pencapaian perempuan atau membagikan kabar baik.
“Ada satu akun yang hanya memposting cerita-cerita positif tentang perempuan, dan itu selalu mengangkat semangat saya,” ungkapnya. “Karena jujur saja, saat dunia terasa makin gelap, hak-hak perempuan mundur, dan komunitas kulit berwarna serta queer diserang, kita harus melawan. Kalau saya hanya duduk dan takut, tidak akan ada yang berubah.”
Selain itu, saat sedang menjalani hari yang berat, Cara memilih membuka laman seperti GoFundMe atau platform donasi lain yang menampilkan orang-orang nyata saling membantu. Baginya, hal itu terasa jauh lebih bermakna dibanding sekadar menggulir unggahan acak.
Kini, Cara berusaha lebih sadar dalam menggunakan media sosial — bukan sekadar menghabiskan waktu tanpa arah, tetapi memastikan apa yang ia konsumsi benar-benar memberi nilai positif bagi kesehatan mentalnya.




