Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia pada Januari 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono melaporkan kunjungan wisma di Indonesia yang melalui pintu masuk utama mencapai 1.014.397 orang.
Angka ini mengalami penurunan dalam periode bulanan, yakni sekitar 17,06%, di mana pada Desember 2025, mencapai 1.222 993 orang.
Namun secara tahunan, angka kunjungan wisman meningkat 1,11%, dari sebelumnya pada Januari 2025 yang mencapai 1.003.237 orang.
"Pada Januari 2026, kunjungan wisman melalui pintu masuk utama sebanyak 1.014.397 orang, turun 17,06% secara bulanan. Tetapi secara tahunan, naik 11%," kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026).
Secara lebih rinci, berdasarkan negara asalnya, wisman paling banyak berasal dari Malaysia yang mencapai 150.500 kunjungan atau sekitar 14,8% dari total wisman di Indonesia.
Selain Malaysia, ada Australia yang mencapai 145.900 kunjungan atau 14,4%, China sebanyak 105.300 atau 10,4%, dan Singapura sebanyak 102.000 kunjungan atau 10,1%.
"Kunjungan wisman paling banyak ini terutama oleh wisman berkebangsaan Malaysia yaitu 14,8%, menyusul Australia 14,4% dan China 10,4%," lanjut Ateng.
Sayangnya dalam sebulan terakhir, jumlah wisman Malaysia dan Australia mengalami penurunan masing-masing 20,19% dan 5,65%. Sedangkan wisman China justru mengalami peningkatan 11,31%.
Sementara dalam tahunan, wisman Australia mengalami peningkatan 0,3%, sedangkan Malaysia dan China menurun masing-masing 0,53% dan 3,51%.
Dari jalur masuk utama, wisman mendominasi melewati Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali yang mencapai 500.121 orang, disusul Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai 212.826 orang, dan Bandara Hang Nadim Batam sebanyak 124.205 orang
"Berdasarkan pintu masuk utama, kunjungan wisman paling banyak itu melalui bandara Ngurah Rai Bali yang mencapai 500.121," ujarnya.
(dce) Add as a preferred
source on Google




