Menko Cak Imin Imbau WNI di Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan diri.

Hal itu disampaikan untuk menyikapi dinamika keamanan dan perkembangan geopolitik yang meningkat di sejumlah wilayah Timur Tengah.

BACA JUGA: Anwar Ibrahim Khawatir Buntut Pembunuhan Ali Khamenei

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat juga berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memastikan sistem perlindungan dan pendampingan bagi PMI di kawasan Timur Tengah tetap berjalan optimal.

Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah terus memonitor situasi secara intensif melalui koordinasi dengan Perwakilan RI di kawasan serta otoritas setempat guna memastikan kondisi dan keselamatan WNI tetap terpantau.

BACA JUGA: Perang Iran Ganggu Suplai Minyak Global, Airlangga Merespons Begini

“Keselamatan WNI adalah prioritas utama pemerintah. Kami meminta seluruh WNI, termasuk para PMI di kawasan Timur Tengah, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan resmi dari Perwakilan RI,” ucap Cak Imin, Senin (2/3).

Cak Imin menuturkan bahwa kewaspadaan dan kedisiplinan dalam mengikuti informasi resmi menjadi kunci dalam menghadapi situasi yang dinamis.

BACA JUGA: IHSG Kembali Merah Akibat Konflik AS-Israel dan Iran, BEI Buka Suara

“Jangan mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Pastikan setiap langkah dan aktivitas mempertimbangkan aspek keamanan,” kata dia.

Sebagai bentuk mitigasi, Kemenko PM mengimbau WNI di kawasan Timur Tengah untuk memperhatikan beberapa langkah, di antaranya memprioritaskan keselamatan dengan menghindari area yang berpotensi terjadi gangguan-gangguan keamanan.

Kemudian, bijak dalam menyaring informasi dengan menjadikan sumber resmi pemerintah dan Perwakilan RI sebagai rujukan utama dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

?Selanjutnya, tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis, unjuk rasa, maupun kerumunan massa yang dapat meningkatkan potensi risiko. Masyarakat juga diminta untuk mengevaluasi rencana perjalanan ke wilayah terdampak jika tidak mendesak.

PMI juga diminta untuk segera memperbarui data keberadaan melalui portal Peduli WNI guna memudahkan komunikasi dan penanganan apabila diperlukan. Menyimpan dokumen vital, seperti paspor, izin tinggal dan dokumen penting baik fisik dan digital.

“Tetap terhubung dengan komunitas WNI setempat dan mengikuti pembaruan resmi dari Perwakilan RI,” tuturnya. (mcr4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pria Mengaku Jenderal Mengamuk di SPBU, Brutal, Tiga Orang Dipukuli


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puluhan Orang Tewas di Myanmar karena Serangan Udara oleh Militer
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Densus 88 Ungkap Perubahan Drastis Penyebaran Radikalisme dari Personal ke Digital
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kuwait Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur F-15 Amerika Serikat
• 7 menit lalusuara.com
thumb
Prabowo akan Pimpin Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata, Mensesneg: Beliau Putra Terbaik
• 6 jam lalusuara.com
thumb
BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.