Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, Senin (2/3/2026) membantah keras upaya negosiasi dengan Amerika Serikat.
  • Pernyataan ini muncul pasca eskalasi militer usai operasi AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran.
  • Iran membalas serangan tersebut dengan drone dan rudal, mengakibatkan tewasnya tiga personel militer Amerika Serikat.

Suara.com - Tensi geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengeluarkan pernyataan resmi yang menutup rapat pintu diplomasi dengan Washington.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (2/3/2026) hari ini, Larijani secara tegas membantah segala klaim yang menyebutkan bahwa Teheran tengah berupaya memulai kembali perundingan dengan Amerika Serikat.

Langkah ini diambil di tengah eskalasi militer yang semakin tidak terkendali di kawasan tersebut.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Larijani melalui platform media sosial X, sebagai respons langsung terhadap laporan yang beredar luas di media internasional.

Laporan tersebut sebelumnya mengklaim bahwa Iran sedang meluncurkan inisiatif diplomatik baru untuk mencairkan hubungan yang membeku dengan pemerintahan AS.

Namun, Larijani memastikan bahwa posisi Teheran tetap teguh pada prinsip awal untuk tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan pihak Washington.

Secara spesifik, Larijani merujuk pada laporan Al Jazeera yang mengutip pemberitaan dari The Wall Street Journal.

Dalam laporan media Barat tersebut, disebutkan bahwa Larijani secara pribadi berupaya melanjutkan negosiasi dengan Washington melalui perantara Oman, yang selama ini memang dikenal sebagai mediator tradisional bagi kedua negara.

Menanggapi klaim tersebut, Larijani memberikan jawaban singkat namun sangat menentukan arah kebijakan luar negeri Iran saat ini.

Baca Juga: Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” katanya.

Penegasan ini menjadi sinyal kuat bagi komunitas internasional bahwa ruang dialog telah tertutup. Bagi audiens di kota-kota besar Indonesia yang memantau stabilitas ekonomi global, ketegangan ini diprediksi akan berdampak pada fluktuasi harga energi dan keamanan maritim di jalur perdagangan internasional.

Dalam unggahan terpisah di platform yang sama, Larijani juga melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ia menilai kepemimpinan Trump telah membawa kawasan Timur Tengah ke dalam jurang kekacauan yang lebih dalam. Larijani menyoroti retorika Trump yang dianggapnya hanya didasarkan pada pandangan yang tidak realistis terhadap situasi di lapangan.

Ia mengkritik Trump karena dinilai menyeret kawasan ke dalam kekacauan dengan “ilusi kosong.”

Larijani memandang bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Gedung Putih saat ini justru mengabaikan kepentingan nasional Amerika Serikat sendiri demi kepentingan pihak lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unhas dan Tiga Universitas Jepang Perkuat Global Nursing Berbasis SDGs melalui Summer Program 2026
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Yang Perlu Diketahui dari Meninggalnya Wapres ke-6 RI Try Sutrisno
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Harga Terus Melambung, Emas Alami Inflasi selama 30 Bulan Beruntun
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Ahok Jadi Saksi di Sidang Korupsi Pengadaan LNG Pertamina
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
BMKG Juanda Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem 1-10 Maret 2026, Sejumlah Wilayah Jawa Timur Waspada
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.