Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus menyalurkan bantuan sosial berupa jaminan hidup (jadup). Bantuan itu untuk menopang ekonomi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Berdasarkan data Satgas PRR per 27 Februari, bantuan jadup sebesar Rp 15 ribu per orang per hari telah disalurkan Kementerian Sosial kepada 175.211 jiwa penyintas di 37 daerah terdampak. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 236.534.850.000. Bantuan ini diberikan selama tiga bulan atau sekitar 90 hari.
Rinciannya, Aceh menerima Rp 149.463.900.000 untuk 110.714 penyintas di 11 kabupaten/kota. Sumut menerima Rp 69.256.350.000 untuk 51.301 penyintas di 15 kabupaten/kota. Sementara Sumbar mendapat Rp 17.814.600.000 untuk 13.196 penyintas di 11 kabupaten/kota.
Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyebut pemerintah menyiapkan sejumlah skema bantuan bagi penyintas, termasuk perbaikan rumah dan pembiayaan hidup.
"Bantuan perbaikan rumah disalurkan melalui BNPB dengan kategori rusak ringan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak berat Rp 60 juta," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2025).
Hal itu disampaikan Tito dalam Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Sementara bantuan pembiayaan hidup terdiri dari stimulus ekonomi Rp 5 juta, bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp 3 juta bagi korban bencana, serta jadup Rp 15.000 per hari.
Tito berharap bantuan dapat cepat diterima penyintas sehingga tidak terlalu terbebani saat Ramadan. Karena itu, ia menginstruksikan Pemda dan BPS untuk mempercepat proses validasi data agar penyaluran bantuan bisa berjalan dan pemulihan kehidupan penyintas berangsur dilakukan.
(anl/ega)





