JAKARTA, KOMPAS.TV - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menegaskan, Amerika Serikat (AS) dan Israel tak menghormati bulan suci Ramadan.
Ia juga menegaskan, mereka tega membunuh anak-anak kecil Iran dengan menyerang sebuah sekolah dasar yang menyebabkan ratusan anak-anak tewas.
Boroujerdi mengungkapkan hal itu pada konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: WNI di Dubai Ceritakan Situasi Terkini usai Serangan Iran, Sebut Situasi Sudah Normal Kembali
“Musuh imperialis, musuh zionis telah membuktikan bahwa mereka tak hanya tidak menghormati bulan suci Ramadan, tetapi mereka juga tidak menghormati masyarakat yang tidak puasa, mereka tidak menghormati anak-anak yang masih SD,” tuturnya pada Breaking News Kompas TV, Senin.
“Dalam serangan mereka ke negara kami 200 anak-anak dibunuh oleh mereka dan rumah sakit dijadikan sasaran penyerangan,” tambah Boroujerdi.
Hal itu diungkapkan Boroujerdi setelah AS-Israel melakukan serangan gabungan yang menyerang Iran, Sabtu (28/1/2026).
Salah satu sasaran serangan AS-Israel adalah sebuah sekolah dasar perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan.
Diperkirakan sekitar 180 anak-anak tewas akibat serangan udara yang dilakukan AS-Israel tersebut.
Pada kesempatan itu, Boroujerdi mengungkapkan, masyarakat sipil menjadi korban serangan AS-Israel.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- dubes iran untuk indonesia
- mohammad boroujerdi
- musuh zionis
- amerika serikat
- israel
- iran





