BPOM Raih WLA, Biofarma Bakal Optimalkan Potensi Ini

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Bio Farma: Status WLA BPOM Permudah Ekspor Produk Farmasi RI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bio Farma (Persero) menyambut positif status WHO Listed Authority (WLA) yang diraih BPOM RI dari World Health Organization (WHO). Status WLA diyakini akan membuka peluang bisnis yang lebih besar bagi Biofarma di masa mendatang.

Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan, status WLA yang didapat BPOM memungkinkan Bio Farma untuk memaksimalkan pengembangan produk-produk kesehatan baru. Mengingat, dengan adanya WLA, produk buatan Biofarma akan lebih dipercaya oleh negara-negara mitra perusahaan tersebut.

Selain pengembangan produk baru, Bio Farma juga berpeluang mengoptimalkan bisnis clinical trial atau uji klinis. Jadi, uji klinis adalah proses eksperimen sebelum produk kesehatan diregistrasi dan dijual secara komersial. Tahap uji klinis berlangsung sesudah uji praklinis.


Bio Farma sendiri sudah memiliki fasilitas pengujian klinis yang kompeten dan siap digunakan oleh perusahaan-perusahaan global dengan pengawasan dari BPOM, mulai dari praklinis, uji klinis, hingga registrasi.

"Ini juga menjadi peluang karena fasilitas kemudian kompetensi itu sudah dimiliki oleh Bio Farma. Artinya kalau mereka ingin melakukan clinical trial di Indonesia bisa melakukan melalui Biofarma," ungkap Shadiq, Health Forum dengan tema "BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?", dikutip Senin (2/3/2026).

Dia juga menyebut, status WLA yang diperoleh BPOM juga dapat mendorong ekspor produk vaksin polio buatan Indonesia. Dia bilang, permintaan vaksin polio di pasar global sebenarnya dipengaruhi oleh program imunisasi nasional di tiap negara.

Dari situ, Bio Farma harus mampu melihat negara mana saja yang memiliki populasi penduduk tinggi supaya perusahaan ini bisa memasok produk vaksin polio ke negara tujuan tersebut. Selain itu, Bio Farma juga bakal mempertimbangkan tingkat kelahiran dari masing-masing negara ketika hendak memperkuat ekspor vaksin polio.

"Seperti misalkan negara-negara Afrika, itu adalah menjadi potential market buat kita. Nigeria itu lumayan penduduknya banyak. Pakistan juga itu sekarang 240 juta jiwa, tapi tingkat kelahiran bayinya per tahun itu 5,9 juta. Lebih tinggi dibanding kita," ungkap dia.

Saat ini, Bio Farma mendistribusikan vaksinnya bersama dengan institusi seperti UNICEF, Pan American Health Organization (PAHO), dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (Gavi), serta melalui kerja sama bilateral dengan negara tujuan ekspor.

Baca: Bos Bio Farma Buka-Bukaan Soal Produk Kesehatan RI

(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Vaksin Polio dkk Siap Perkuat Posisi RI di Rantai Pasok Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Try Sutrisno Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Sejak 16 Februari 2026
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Harga BBM di Iran Tak Sampai Rp 500 per Liter, Israel Tembus Rp 38.665 Ribu
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tiket Mudik Gratis 2026 KAI Divre III Palembang Masih Tersedia, Segera Ambil
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ngamuk, Telanjang dan Sekap 3 Perempuan di Gang Batu Banama, Pemuda Dibogem Warga
• 14 jam lalurealita.co
thumb
BGN Tegaskan SPPG Terima Dana MBG Rp500 Juta Per 12 Hari
• 11 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.