JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengenang sosok Wakil Presiden (Wapres) Ke-6 RI Try Sutrisno sebagai sosok prajurit sejati.
Prabowo juga menyebut Try Sutrisno sebagai sosok pemimpin yang sederhana, tegas, serta selalu mengutamakan negara.
"Hari ini Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI Try Sutrisno," kata Prabowo dalam akun Instagram-nya, @prabowo, Senin.
"Saya mengenang beliau sebagai prajurit sejati dan pemimpin yang sederhana, tegas, serta mengutamakan Tanah Air di atas segalanya," lanjutnya.
Baca juga: Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Try Sutrisno, Serahkan Bendera Merah Putih ke Keluarga
Dalam unggahan yang sama, Kepala Negara juga mengunggah beberapa foto kebersamaan dengan Try Sutrisno.
Bagi Prabowo, sosok Try Sutrisno akan selalu menjadi inspirasi bagi semua.
"Keteladanan, keberanian, dan pengabdian beliau kepada bangsa akan selalu menjadi inspirasi bagi kita semua," ucapnya.
Try Sutrisno meninggal duniaDiketahui, Try Sutrisno meninggal dunia pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB.
Upacara pemakaman Try Sutrisno digelar di TMP Kalibata, Jakarta, pada Senin siang.
Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara (Irup).
Baca juga: Mengenang Jasa Try Sutrisno, Wakil Presiden Ke-6 RI dan Prajurit Pengabdi Bangsa
Terpisah, pihak keluarga menyebutkan bahwa Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia itu tidak memiliki riwayat penyakit tertentu yang menyebabkannya meninggal dunia.
Anak Try, Taufik Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa kondisi kesehatan sang ayah menurun karena faktor usia Try yang sudah menginjak 90 tahun.
"Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yg spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya," kata Taufik di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, dikutip dari Kompas TV.
Taufik menuturkan, sebelum wafat, Try telah dirawat di RSPAD sejak tanggal 16 Februari 2026 lalu karena sempat tidak punya selera untuk makan.
Menurutnya, tim dokter RSPAD dan kepresidenan sudah mengupayakan pengobatan terbaik kepada Try.
"(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuman tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan," kata Taufik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




