Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan ingin menjadikan identitas Betawi sebagai roh utama Jakarta.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya pengin banget Jakarta itu jiwanya, rohnya itu adalah Betawi. Kalau jiwanya, rohnya itu Betawi, saya yakin pasti peran serta kaum Betawi ini akan bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” kata Pramono.
Pramono mengadakan, meski lahir di Jawa Timur, dirinya merasa punya kedekatan dengan budaya Betawi.
“Saya walaupun dilahirkan di Kediri, Jawa Timur, terkadang saya merasa lebih Betawi dari saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
ia mengatakan, penguatan identitas Betawi tidak hanya lewat simbol atau naskah, tetapi juga harus terlihat dalam praktik pemerintahan dan kegiatan resmi di Jakarta.
“Bagi saya pribadi, urusan kebetawian itu tidak hanya sekadar teks atau naskah, tetapi bagaimana realita di lapangan itu bisa dilakukan,” tuturnya.
Ia mencontohkan, kini berbagai acara resmi di Balai Kota mulai menggunakan pakaian adat Betawi sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.
“Dalam era kepemimpinan yang saya lakukan di Balai Kota sekarang ini, semua acara kebudayaan, aktivitas, termasuk acara-acara pelantikan, semuanya pakaiannya adalah Betawi. Udah enggak ada lagi yang pakai jas, ujung serong, kebaya betawi, kebaya encim, dan sebagainya,” kata dia.
Di kesempatan itu, Pramono juga berharap tokoh-tokoh Betawi bisa terus bersatu dan memainkan peran penting dalam menjaga budaya Jakarta.
Ia menyinggung mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Bang Foke) sebagai figur yang dinilai mampu mempersatukan tokoh Betawi.
“Era apa perpecahan sudah berakhir. Enggak akan ada tokoh yang bisa mempersatukan menurut saya sekuat Bang Foke, yang bisa mempersatukan saudara-saudara sekalian,” ucapnya.
Pramono menambahkan, dirinya ingin budaya Betawi bisa diperkenalkan ke dunia internasional melalui berbagai acara kebudayaan.
“Maka berulang kali saya mengatakan dan saya sampaikan juga kepada tokoh-tokoh Betawi, saya ingin tradisi Betawi ini bisa dipanggungkan ke panggung-panggung dunia,” kata dia.





