Bisnis.com, SEMARANG — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkap pembangunan tanggul laut atau Giant Sea Wall (GSW) yang terintegrasi dengan Tol Semarang - Demak dinilai belum optimal dalam menanggulangi banjir rob di Semarang.
Dody menjelaskan, evaluasi tersebut muncul berdasarkan tinjauan teknis dari Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).
Sejalan dengan hal itu, Dody menyebut kini tengah mematangkan integrasi proyek tersebut agar selaras dengan skema besar megaproyek Giant Sea Wall (GSW) di pesisir utara Jawa. Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur yang sudah terbangun dapat berfungsi efektif sebagai benteng pertahanan pesisir jangka panjang.
“Seperti tadi saya sampaikan, yang kita kerjakan hari ini di Tol Semarang — Demak itu menurut BOPPJ kurang maksimal menurut mereka, jadi nanti akan diperbesar lagi nantinya,” ujar Dody di Semarang, dikutip Senin (2/3/2026).
Dody menambahkan, guna memperkuat sinkronisasi teknis, Kementerian PU berencana mengirimkan sejumlah personel untuk ditugaskan langsung (BKO) di lingkungan BOPPJ. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu menghilangkan kendala teknis dalam eksekusi proyek infrastruktur di sepanjang jalur Pantura.
“Kalau untuk GSW Semarang — Demak [yang sudah dibangun] itu harus terintegrasi dengan [tanggul laut yang dibangun] BOPPJ. Makanya kita sekarang koordinasinya cukup erat dengan mereka [BOPPJ],” tegas Dody.
Baca Juga
- Tol Semarang-Demak Bakal Tersambung Penuh 2027, Intip Progresnya
- Babak Baru Megaproyek Giant Sea Wall
- Pesisir Jawa Timur Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga Akhir Januari 2026
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak rampung pada April 2027.
"Tercatat progres fisik pekerjaan Tol Semarang-Demak hingga 23 Desember 2024 mencapai 29,69% dengan target selesai April 2027,” jelas Dody dalam keterangan tertulis.
Untuk diketahui, Tol Semarang-Demak terdiri atas dua seksi utama. Seksi 1 Semarang/Kaligawe – Sayung sepanjang 10,64 km yang saat ini tengah dalam konstruksi dan Seksi 2 Sayung – Demak sepanjang 16,31 km telah beroperasi sejak 25 Februari 2023.





