Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Timur, Menteri Kehutanan Republik Indonesia melakukan penanaman pohon sekaligus menyerahkan secara simbolis 1.000 bibit tanaman produktif kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Minggu, 1 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan dalam mendorong rehabilitasi hutan dan gerakan penghijauan yang melibatkan lembaga pendidikan serta masyarakat. Selain mendukung pemulihan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi berbasis kehutanan.
Bibit produktif yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan hijau produktif di lingkungan pesantren. Selain itu, penanaman pohon juga menjadi sarana edukasi bagi para santri tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sejak dini.
“Saya berharap santri Hidayatullah memiliki identitas sebagai generasi pecinta lingkungan menjaga kebersihan, aktif menanam, dan merawat pohon. Kepedulian terhadap alam dan hutan harus menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap santri,”kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026.
Perkuat Sinergi Rehabilitasi Hutan
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan dengan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah.
Kesepakatan tersebut menjadi landasan penguatan sinergi dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus pengembangan gerakan penghijauan berbasis pesantren secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Kehutanan mendorong partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan keagamaan, dalam menjaga kelestarian hutan. Upaya ini diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Editor: Redaksi TVRINews





