Kronologi Pengemudi Ojek Dihipnotis Pria Ngaku Kasat Narkoba, Berujung Motor Raib

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Kramat Jati mengungkap kronologi seorang pengemudi ojek pangkalan yang diduga menjadi korban hipnotis oleh pria yang mengaku sebagai Kepala Satuan (Kasat) Narkoba dari Polda Metro Jaya.

Peristiwa bermula ketika korban menerima tawaran dari pelaku untuk mengantarkannya dari SPBU Makasar, Jakarta Timur, ke Polsek Makasar.

"(Pelaku) minta diantar ke Polsek Makasar dan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya sedang menangkap pelaku narkoba dan dijanjikan pelaku akan membayar ongkos ojek kepada korban sebesar Rp 300.000," tutur Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Dari Polsek Makasar, pelaku kembali meminta korban mengantarkannya ke kawasan Kramat Jati.

"Selanjutnya minta diantar ke tempat yang dituju yaitu Gang Langgar Kramat Jati. Setelah sampai di TKP yang dituju pelaku yaitu di Jalan Langgar, pelaku meminjam sepeda motor korban," jelasnya.

Baca juga: Ngaku Polisi, Pria Diduga Hipnotis Tukang Ojek dan Bawa Kabur Motor di SPBU Jaktim

Korban lantas menyerahkan sepeda motornya. Pelaku kemudian membawa kabur motor tersebut.

Hingga kini pelaku masih dalam pengejaran polisi.

"Untuk terduga pelaku masih dicari, untuk saksi yang diperiksa berjumlah dua orang," jelasnya.

Sebelumnya, seorang pengemudi ojek pangkalan menjadi korban dugaan hipnotis oleh pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Makasar, Jakarta Timur.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Informasi tersebut disampaikan petugas keamanan SPBU, Agus Sunarya (50), yang berada di lokasi saat kejadian.

Akibat kejadian tersebut, sepeda motor milik korban dibawa kabur pelaku.

Menurut Agus, pelaku datang ke SPBU bersama korban dengan berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban.

"Pada saat kejadian pelaku datang ke SPBU mengaku dari kasat narkoba Polda Metro Jaya. Kemudian saya langsung koordinasi dengan komandan saya, anggota. Setelah itu saya koordinasi dengan Pak RT Setempat," tutur Agus saat ditemui.

Agus mengaku sempat mencoba memastikan identitas terduga pelaku dengan menghubungi komandannya dan Ketua RT setempat. Namun, saat ia melakukan panggilan telepon, pelaku dan korban tiba-tiba meninggalkan lokasi.

"Setelah saya telepon Pak RT itu hanya sebentar saja, pelaku sama korban langsung keluar, udah ga ada. Setelah itu saya tidak tahu lagi," ucap Agus.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Pria Ngaku Polisi Hipnotis Ojek di Jaktim, Iming-iming Rp 300.000 Antarkan ke Polsek


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi Restoran untuk Buka Bersama di Yogyakarta
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
15 Penerbangan Internasional di Bali Batal Terbang Imbas Konflik Timur Tengah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
• 21 jam lalusuara.com
thumb
KBPP Polri Menyatakan Dukungan terhadap Ketegasan Kapolri dalam Menindak Oknum Anggota yang Melanggar Aturan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Timur Tengah Terdampak Konflik, Anggota DPR Minta Pemerintah Siapkan Pemulangan Jemaah Umrah
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.