Konflik Iran Memanas, Presiden Prabowo Panggil Bahlil Bahas Nasib Pasokan BBM Nasional

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Bahlil dipanggil guna membahas langkah antisipasi ketahanan energi nasional menyusul memanasnya konflik geopolitik di Iran.

BACA JUGA: Harga BBM Pertamax Naik Mulai Hari Ini, Bukan Hanya RON 92

"Menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya. Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran," ujar Bahlil sebelum rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan isu yang dibahas dengan Presiden salah satunya berkaitan dengan antisipasi pasokan minyak dunia. Pasalnya, Indonesia masih melakukan impor energi, termasuk menjelang periode Lebaran ketika konsumsi bahan bakar minyak (BBM) meningkat.

BACA JUGA: Pastikan Stok BBM Aman Menjelang Lebaran, Nasim Khan DPR Minta Pertamina Perhatikan 7 Aspek Penting

Bahlil mengatakan harga minyak mentah dunia, termasuk Brent, perlahan mulai menunjukkan kenaikan setelah situasi di Timur Tengah memanas.

"Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik," katanya.

BACA JUGA: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 106 KL BBM Ilegal di Makassar

Meski demikian, dia memastikan bahwa kondisi cadangan bahan bakar minyak nasional masih dalam batas aman.

Terkait dengan dampak terhadap subsidi energi, Bahlil menyampaikan hingga saat ini belum ada masalah. Namun, harga energi global berpotensi mengalami koreksi apabila ketegangan politik terus meningkat.

Bahlil mengatakan akan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) untuk membahas langkah antisipasi atau alternatif guna memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman.

"Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN," imbuh Bahlil.

Pada Sabtu (28/2), Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025.

Trump menyatakan pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, berfokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggaran Kemendikdasmen 2026 Naik, Tunjangan Guru Tembus Rp 88 Triliun
• 8 jam laludisway.id
thumb
Rano Karno Tak Gangguan Penerbangan Timur Tengah, Jadwal Pulang Umrah Besok
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Iran Kibarkan Bendera Merah ‘Balas Dendam’ di Atas Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Meninggal
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
• 7 jam lalusuara.com
thumb
IKNB Sulsel Tumbuh Variatif Sepanjang 2025
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.