FAJAR, MAKASSAR – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan turut disinggung dalam agenda silaturahmi Ramadan DPD II Golkar Kota Makassar.
Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, meminta seluruh kader tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan internal.
Menurutnya, proses Musda merupakan mekanisme organisasi yang telah diatur secara jelas oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Karena itu, seluruh kader di daerah diminta menghormati dan mengikuti aturan yang berlaku.
“Biarkan ini berjalan sesuai dengan aturan dan apa yang telah ditetapkan oleh DPP Partai Golkar. Kita yang ada di wilayah, khususnya Kota Makassar, selalu hormat dan patuh kepada pimpinan,” ujarnya.
Appi—sapaan akrab Munafri—menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam dinamika politik adalah hal biasa. Namun, ia mengingatkan agar hal tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang dapat memecah soliditas partai.
“Kita tidak ingin membuat ini gaduh, kita tidak ingin membuat Partai Golkar terpecah. Soliditas dan solidaritas adalah marwah serta kekuatan utama partai,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa fokus Golkar Makassar saat ini adalah memperkuat konsolidasi internal dan mendukung jalannya pemerintahan, bukan larut dalam dinamika yang berpotensi mengganggu stabilitas organisasi.
Dengan sikap patuh terhadap keputusan DPP dan komitmen menjaga kekompakan, Golkar Makassar optimistis Musda Golkar Sulawesi Selatan akan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan tetap menjaga persatuan kader di seluruh daerah. (*/)





